<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613</id><updated>2011-07-09T00:02:50.580+07:00</updated><category term='Hubungi Kami'/><category term='Profil'/><category term='Tak Tik Koe'/><category term='Kegiatan Kami'/><category term='Program Kami'/><category term='Donasi'/><category term='Kata Bijak'/><category term='Berita'/><title type='text'>Gerakan Membaca</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-5575758091741427084</id><published>2009-07-09T00:12:00.000+07:00</published><updated>2009-07-09T00:20:25.774+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Bisnis Taman Bacaan Modal Sekardus Novel</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;MEDAN – Minat baca masyarakat Indonesia masih rendah. Begitu hasil penelitian Lembaga Survei Internasional. Selain harga buku sulit terjangkau, masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk membaca dan mengetahui informasi hingga tidak mempunyai waktu juga menjadi penyebabnya.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Begitupun pria setengah baya ini tak mengurungkan niatnya membuka kios Taman Bacaan (TB) untuk menyewakan dan menjual buku, novel, komik serta majalah bekas di samping rumah orangtuanya di Jalan Kenanga Raya Pasar VI Medan. Berawal dari hobi membaca dan mengumpulkan buku-buku yang telah habis dibacanya, dia pun rela menghabiskan waktunya mencari nafkah di kios yang berukuran 4×4 meter ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Asrul yang telah berusia 46 tahun tapi masih melajang ini sudah membuka usahanya sejak 17 tahun lalu setelah ia menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Perbankan Nasional (Perbanas) Medan. Berbekal modal Rp 200.000 untuk membeli sekardus novel, komik dan majalah di pasar loak Sambu Medan yang isinya sekitar 200-an buku, dia kini telah dapat membantu merehab rumah orangtuanya dan membiayai kebutuhannya sehari-hari. “Saya juga sudah punya dua sepeda, karena saya suka membawanya daripada harus naik sepeda motor,” ujarnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Kini koleksi novel karangan penulis dari luar negeri dan dalam negeri serta komik-komik yang ada di toko bukunya sudah mencapai sekitar 500.000 lebih. Semuanya disusun rapi di rak-rak yang dibuatnya sendiri. Sekitar 50% buku yang dikelolanya ini masih banyak terbitan lama, beberapa di antaranya sampul depannya telah diganti karena banyak yang rusak dimakan rayap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Sementara pendapatannya, Asrul mengaku pada awal-awal membuka usahanya, ia bisa memperoleh Rp 100.000 per hari hanya dari pelanggannya yang menyewa novel dan komik, yang mencapai sekitar 20 orang per hari, sedangkan dari yang membeli buku pelajaran dan majalah bekas, ia bisa mendapatkan Rp 50.000 perharinya. Namun, sejak tahun 2000-an hingga sekarang, peminat novel serta pembeli buku pelajaran semakin berkurang. “Sekarang hanya sekitar lima orang dalam per harinya saja pelanggan yang datang, semakin lama minat baca anak-anak sekarang sudah berkurang,” ujar lulusan Ilmu Ekonomi Keuangan tahun 1989 ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Padahal, katanya, novel yang disewakan masih dengan harga standar yakni Rp 2.500 hingga Rp 3.500 untuk novel, sedangkan untuk komik Rp 1.500 perbuah dengan waktu peminjaman selama tiga hari dan akan dikenakan denda sebesar Rp 1.500 perhari jika terlambat memulangkan novel. “Tapi banyak pelanggan yang tidak mau membayar biaya dendanya. Biasanya saya tidak mau mempermasalahkannya dan membiarkan mereka menyewa lagi. Bahkan banyak juga yang tidak memulangkan novel yang telah dipinjam,” ungkap Asrul dengan lugu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Diakui Asrul, koleksi novel dan komiknya sudah terbitan lama. Karena sebagian buku yang dimilikinya berasal dari sumbangan para tetangga dan pelanggan-pelanggannya yang sudah sukses. Untuk itu, ia berharap pihak pemerintah memberi bantuan sumbangan buku-buku pelajaran, novel dan komik yang terbitan baru agar pelanggannya bertambah dan usahanya dapat terus berjalan seiring dengan meningkatnya kesadaran minat membaca anak-anak generasi muda. “Pelanggan saya ada yang sudah jadi dokter, jadi banyak buku ini sumbangan dari mereka dan tetangga,” akunya. Selain itu, tambahnya, ia juga banyak membeli buku dari penjual barang bekas (botot) dengan harga murah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Meski peminat penyewa buku di kiosnya hanya sekitar 100 pelanggan yang telah didatanya, ia masih bisa menabungkan uangnya Rp 10.000 di celengan berbentuk sepatu sehingga yang bisa didapatnya dalam sebulan mencapai Rp 300.00 hingga Rp 500.000. Uang ini digunakannya untuk menambah koleksi dan perawatan buku -bukunya.”Tabungan saya ada di bank, tapi sudah lama jadi gak tahu apakah masih berlaku atau tidak, jadi lebih enak menabung di celengan aja, biar gampang mengambilnya jika butuh modal membeli buku lagi,” ungkap Asrul yang menjalankan usahanya sendirian, tanpa bantuan karyawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Menurut Novi, seorang mahasiswa USU yang telah menjadi pelanggannya selama 5 tahun ini, dirinya suka menyewa novel dan membeli buku-buku pelajaran di TB milik Asrul karena harga yang ditawarkan murah dan pemiliknya ramah dan tidak marah jika ia terlambat memulangkan novel yang dipinjamnya. “Abang ini baik sekali, kalau saya terlambat memulangkan novel dan bilang kalau tidak ada duit, maka dia gak memaksa dan membolehkan lagi meminjam novel yang lain,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Bahkan, lanjutnya, banyak teman-temannya yang pernah meminjam novel di kios tersebut, tidak mengembalikannya lagi. Padahal data-data pelanggan seperti nama, alamat dan nomor telepon sudah dicatatnya, tapi tidak pernah dihubungi. “Abang ini tidak pernah marah, ia selalu baik kepada pelanggannya. Mungkin dengan sifat baik seperti ini, rezeki nya selalu ada dan usahanya terus jalan,” tuturnya dengan bangga. Saat itu Asrul sedang mencatat novel yang dipinjam Novi ke buku pelanggan, ia tampak memang menekuni bisnis ini.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-5575758091741427084?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/5575758091741427084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/07/bisnis-taman-bacaan-modal-sekardus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/5575758091741427084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/5575758091741427084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/07/bisnis-taman-bacaan-modal-sekardus.html' title='Bisnis Taman Bacaan Modal Sekardus Novel'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-5580379304903332926</id><published>2009-07-08T19:34:00.005+07:00</published><updated>2009-07-08T22:58:52.222+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Sabang = Minat Baca Rendah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;SABANG - Rendahnya minat baca masyarakat Sabang menjadikan persoalan yang serius terhadap mutu pendidikan. Tentunya, hal ini juga menjadi keprihatinan bagi Pemerintah setempat untuk memajukan minat baca masyarakat di Pulau itu.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Pelaksana tugas (Plt) Dinas Perpustakaan Daerah Sabang, menyebutkan bahwa minat membaca di kalangan masyarakat umum masih kurang. Padahal, pihaknya telah berupaya mengadakan program-program yang salah satunya adalah pengadaan pustaka keliling ditingkat kelurahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;“Walaupun mobil pustaka keliling berada di kampung-kampung, tapi peminatnya masih kurang. Kadang-kadang untuk meramaikannya terpaksa kami membujuk mereka untuk membaca,” katanya pesimis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Menurutnya masyarakat di sekitar perpustakaan hanya sedikit berkunjung selama berdirinya perpustakaan ini.  “Kampanye untuk menumbuhkan daya baca masyarakat perlu adanya revitalisasi sejak dini. Ya, lewat program lomba pidato, baca puisi dan melukis, seperti yang telah dilakukan minggu kemarin,” paparnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Selain minat baca, kami juga mengeluhkan tentang sumber daya personalia perpustakaan yang kini masih sangat kurang kemampuannnya dalam mengelola perpustakaan.  “ Jadi, selain minat baca masyarakat rendah, SDM pustakawan juga perlu diperhatikan. Untuk apa banyak buku dan gedung besar kalau SDM nya tidak ada,” ketusnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Dalam menumbuhkan minat baca masyarakat, katanya, perlu keterlibatan Pemerintah Kota dalam memahami persoalan ini. Mengingat, kualitas pendidikan anak-anak di Sabang sangat terbatas. “ Dengan adanya dorongan Pemerintah setempat, dapat melaju dan mengurangi angka minat baca di daerah ini,” harapnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-5580379304903332926?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/5580379304903332926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/07/sabang-minat-baca-rendah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/5580379304903332926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/5580379304903332926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/07/sabang-minat-baca-rendah.html' title='Sabang = Minat Baca Rendah'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-3807129925633133620</id><published>2009-07-06T14:53:00.003+07:00</published><updated>2009-07-06T15:07:22.782+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Bupati Bangun Children Center</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;NAGAN RAYA - Bupati Nagan Raya T. Zulkarnaini, meresmikan Gedung Children Center(CC) Baitul Iqra Permata Indah. Gedung yang berada di Desa Kuala Tripa, Kecamatan Darul Makmur ini merupakan fasilitas lengkap anak-anak pertama yang ada di Nagan Raya. "Bangunan ini sangat berguna bagi anak-anak kita sebagai pemenuhan hak-hak mereka baik dari bidang pendidikan, kesehatan, maupun tumbuh kembangnya," ujar Bupati Zulkarnaini saat acara peresmian yang dihadiri ratusan warga setempat.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: lucida grande;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bupati menyatakan dukungan fasilitas seperti ini sangat berarti pada daerah tersebut. Membantu pada upaya pemenuhan kebutuhan-kebutuhan anak yang merupakan salah satu prioritas Nagan Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Children Center yang pembangunannya digagas Yayasan KKSP (Pusat Pendidikan dan Informasi Hak Anak) dan Terre des Hommes (TDH) sejak enam bulan lalu tersebut memiliki fasilitas yang dilengkapi dengan Taman Kanak-kanak (TK), klinik, Taman Baca Al-Qur'an, pusat kreativitas anak, perpustakaan dan lapangan olah raga. Gedung yang memiliki fasilitas yang lengkap ini adalah satu-satunya di Nagan Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Manager Operasional KKSP Syamsul, menyatakan dukungan lembaganya dalam pembangunan gedung tersebut merupakan bagian dari perlindungan dan mempromosikan hak-hak anak berbasis masyarakat dan berbasis center.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Salah satu program berbasis center ini adalah dengan membangun gedung Children Center yang lengkap, termasuk klinik dan taman baca Al Quran, sehingga nantinya anak-anak di Darul Makmur menjadi anak yang kreatif dan mandiri," ujar Syamsul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, Syamsul juga menyatakan pembangunan gedung CC di Nagan Raya didasari kebutuhan anak-anak di Kabupaten Darul Makmur terutama di Desa Kuala Tripa, Babah Lueng dan Drien Tujoh baik dari bidang pendidikan maupun kesehatan karena kurangnya lembaga pendidikan dan kesehatan memadai di daerah tersebut. Apalagi daerah ini relatif jauh dari kawasan ibukota Nagan Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembangunannya, partisipasi masyarakat Desa Kuala Tripa dan sekitarnya begitu kental, mereka turut berpartisipasi bergotong royong membersihkan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan CC tersebut, bermusyawarah memberikan nama CC dan pembentukan komite yang akan bertanggungjawab dalam operasional TK tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami berharap Pak Bupati dapat membantu pengadaan guru TK di CC pasca selesainya fasilitasi yang dilakukan KKSP tahun 2011 nanti. Selain itu, ke depannya kami berharap kabupaten ini juga memiliki Qanun Perlindungan Anak sehingga upaya-upaya memberikan yang terbaik bagi anak semakin baik," ujar Syamsul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tanda syukur selesainya gedung tersebut, masyarakat Desa Kuala Tripa memasak daging kerbau yang disantap bersama dengan Bupati Zulkarnaini dan dilanjutkan dengan dialog antara bupati dengan masyarakat desa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-3807129925633133620?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/3807129925633133620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/07/bupati-bangun-children-center.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/3807129925633133620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/3807129925633133620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/07/bupati-bangun-children-center.html' title='Bupati Bangun Children Center'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-555835242309047849</id><published>2009-07-06T14:45:00.004+07:00</published><updated>2009-07-06T14:48:50.869+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Pacu Minat Baca Generasi Muda</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Meulaboh, Lomba Membaca digelar di halaman Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Aceh Barat. Tujuannya, menggalakan minat baca pada generasi muda. Hal itu dibenarkan Kasubag Kantor Arsip dan Perpustakaan Aceh Barat, Yanmis Wardi SEdi Meulaboh.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Lebih lanjut dikatakan Yanmis, berbagai cara dilakukan pihak Arsip dan Perpustakaan Aceh Barat, guna tetap menjaga semangat membaca para anak - anak. Seperti perlombaan membaca yang setiap tahun digelar. Dengan membaca dapat menambah ilmu pengetahuan mereka dan keluar dari lingkup kebodohan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Acara seperti ini, kata Yanmis Wardi SE, merupakan kegiatan tahunan yang kita gelar. Perlombaan ini selain menjadi tempat para anak menampilkan kemampuan diri mereka, juga menjadi perangsang bagi anak didik agar giat membaca berbagai ilmu pengetahuan,jelasnya. Perlombaan kali ini diikuti oleh 30 sekolah SD/MI sederajat di Meulaboh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Sementara itu, Dinas Pendidikan setempat menurunkan tiga orang tim juri. Mewakili juri, Drs Marsono menjelaskan, penilaian kami lakukam dari disiplin ilmu kebahasaan dan non kebahasaan. Bupati Aceh Barat, Ramli MS mengucapkan terimakasi kepada para penyelengara.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-555835242309047849?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/555835242309047849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/07/pacu-minat-baca-generasi-muda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/555835242309047849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/555835242309047849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/07/pacu-minat-baca-generasi-muda.html' title='Pacu Minat Baca Generasi Muda'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-5428487149307741543</id><published>2009-06-24T16:21:00.002+07:00</published><updated>2009-06-24T16:30:15.062+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Minat Baca Masyarakat Masih Kurang</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;BIREUEN - Bupati Bireuen, Nurdin Abdul Rahman, mengatakan hingga kini minat membaca masyarakat Bireuen khususnya dan Aceh umumnya masih kurang. Karena itu, diperlukan upaya untuk membangkitkan kembali minat membaca di kalangan masyarakat. Hal tersebut dikatakan Bupati Bireuen, Nurdin Abdul Rahman, saat membuka Pameran Buku dan Foto-foto Bersejarah Tempo Doeloe, di halaman meuligo bupati setempat, kemarin. Acara bertemakan ‘Aceh Membaca Aceh Berjaya’ kerja sama Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh dengan Kantor Arsip dan Perpustakaan Bireuen itu berlangsung hingga Jumat (26/6) mendatang.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Menurutnya, untuk membangkitkan kembali generasi membaca, perlu merangsang dan memotivasi masyarakat untuk mau membaca. Caranya, kata Nurdin, dengan menyediakan berbagai fasilitas, seperti taman bacaan, perpustakaan keliling, dan buku-buku bacaan yang lengkap baik buku pengetahuan umum, agama, maupun berbagai macam jenis buku bacaan lainnya. “Selain itu, juga perlunya inisiatif warga untuk membaca dengan tujuan supaya menambah ilmu pengetahuan,” ujar Bupati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Sementara Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh, Kamaruddin H Husin, kepada Serambi, mengatakan, saat ini pemerintah sedang menggalakkan minat membaca bagi seluruh maayarakat Aceh. Salah satu caranya, sebut Kamaruddin, dengan menggelar pameran-pameran buku dan foto-foto bersejarah di sejumlah kabupaten. Tujunnya. lanjut Kamaruddin, untuk mendekatkan akses masyarakat dengan aset perpustakaan dan memotivasi masyarakat dalam meningkatkan minat membaca.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-5428487149307741543?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/5428487149307741543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/minat-baca-masyarakat-masih-kurang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/5428487149307741543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/5428487149307741543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/minat-baca-masyarakat-masih-kurang.html' title='Minat Baca Masyarakat Masih Kurang'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-702827992831702863</id><published>2009-06-24T11:09:00.001+07:00</published><updated>2009-06-24T11:12:46.511+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Angka Buta Aksara di Asahan Menurun</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;KISARAN - Dibandingkan tahun 2008, jumlah angka masyarakat buta huruf di Kabupaten Asahan mengalami penurunan pada tahun 2009, Hal itu dikatakan Kasi Statistik Sosial pada Badan Pusat Statistik (BPS) Asahan Rika Ventina kepada Wartawan, Jum’at (19/6) di ruang kerjanya. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Menurutnya, pada tahun 2008 angka buta huruf mencapai 4,21 persen dari jumlah keseluruhan penduduk di Asahan, namun pada perhitungan sementara tahun 2009 menjadi 4,14 persen atau menurun 0,7 persen. ”penurunan angka ini disebabkan adanya program pelatihan membaca bagi para lansia yang buta aksara, sehingga terjadi angka penurunan terhadapmasyarakat yang buta huruf meskipun sedikit. Papar Rika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Kasi Statistik Sosial BPS Asahan itu juga menambahkan, Pemerintah selalu berusaha untuk menurunkan angka buta – buta huruf hingga nol persen. Untuk itu, pemerintah melaksanakan program Pendidikan Ank Usia Dini (PAUD). Dengan adanya PAUD, anak – anak terbiasa dengan huruf abjad dan mudah mengajari mereka membaca setelah masuk sekolah dasar. Ujar Rika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Rika dalam kesempatan itu juga memaparkan tentang masyarakat yang dominasi angka buta huruf di Asahan. Angka buta huruf di Asahan masih di dominasi oleh lansia dan siswa SD kelas satu hingga tiga. Bila masih anak- anak mudah mengajarinya membaca, namun bila sudah tua mungkin sedikit sulit, Rika.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-702827992831702863?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/702827992831702863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/angka-buta-aksara-di-asahan-menurun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/702827992831702863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/702827992831702863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/angka-buta-aksara-di-asahan-menurun.html' title='Angka Buta Aksara di Asahan Menurun'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-5773228474166064025</id><published>2009-06-23T13:01:00.001+07:00</published><updated>2009-06-23T13:04:34.410+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>8.060 Warga Pidie Buta Huruf</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;SIGLI – Dari 360.318 penduduk di Kabupaten Pidie tercatat sebanyak 8.060 jiwa mengalami buta huruf. Paling banyak angka tersebut terjadi di Kecamatan Titeu mencapai 503 orang, yang terdiri dari 283 perempuan dan 220 orang laki-laki. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie, Drs H Bukhari Thahir mengaku angka buta huruf di Pidie bisa dimaksimalkan dengan 730 desa. Artinya di tiap-tiap desa tercatat jumlah orang buta huruf sampai enam atau tujuh orang. “Saya rasa itu wajar,” kata Bukhari.&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Dia mengaku pihaknya sudah melakukan berbagai langkah dalam mengantisipasi angka buta huruf di antaranya melakukan program kejar paket a. Hal ini diakui sangat mempengaruhi angka buta huruf tahun lalu mencapai 18.000 lebih. “Artinya terjadi penurunan dari tahun lalu,” katanya. Dari data diterima Serambi, jumlah buta huruf tertinggi setelah Titeu adalah Kecamatan Padang Tiji mencapai 494 orang (259 laki-laki dan 235 perempuan) dari 17.152 penduduk. Lalu Kembang Tanjung mencapai 472 jiwa dari 19.303 jumlah penduduk di sana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Sedangka angka terkecil jumlah buta huruf adalah di Kecamatan Peukan Baro hany 80 orang (28 laki-laki dan 52 perempuan) dari 15.626 penduduk yang tersebar di 48 desa daerah itu. Sedangkan di kecamatan lain berkisar antara 100 hingga 300 lebih penderita buta huruf ini.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-5773228474166064025?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/5773228474166064025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/8060-warga-pidie-buta-huruf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/5773228474166064025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/5773228474166064025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/8060-warga-pidie-buta-huruf.html' title='8.060 Warga Pidie Buta Huruf'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-3234059277348106646</id><published>2009-06-15T23:27:00.002+07:00</published><updated>2009-06-15T23:31:47.191+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Kak Seto=Minat Baca Berkurang</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;Jakarta - Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi menilai minat baca di kalangan anak-anak dewasa ini mulai berkurang akibat pengaruh perkembangan teknologi. "Sekarang minat baca berkurang. Anak-anak lebih suka bermain handphone atau berjam-jam di depan televisi untuk bermain ’game’ ketimbang membaca," kata Seto Mulyadi di Jakarta, Jumat. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, saatnya kini para orang tua perlu memainkan peran untuk menumbuhkan kembali minat baca pada anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya bisa dengan membacakan cerita dongeng kepada anak-anak baik pada saat menjelang tidur, atau pada waktu senggang, kata Seto Mulyadi atau lebih dikenal dengan nama Kak Seto itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut praktisi ’home schooling’ yang juga Ketua Umum Asah Pena (Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif Indonesia) ini, bercerita atau membacakan buku cerita untuk anak memiliki banyak manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat tersebut, di antaranya meningkatkan kemampuan konseptual, mendengar, berbahasa, berkomunikasi verbal dan memecahkan masalah, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas ini juga mampu meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas, pengetahuan, serta kecerdasan emosional anak, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan secara psikologis rutinitas mendongeng ini juga mempererat hubungan emosional antara para orang tua dan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu dia mengajak para orang tua untuk menumbuhkan kembali semangat membaca pada anak-anak dengan memulai membacakan cerita. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-3234059277348106646?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/3234059277348106646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/kak-setominat-baca-berkurang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/3234059277348106646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/3234059277348106646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/kak-setominat-baca-berkurang.html' title='Kak Seto=Minat Baca Berkurang'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-9071271300526294055</id><published>2009-06-15T15:08:00.003+07:00</published><updated>2009-06-15T15:12:20.156+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Duta Baca Masuk Desa</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;Pertengahan minggu lalu, dalam acara Gemari Show, Gerakan Masyarakat Mandiri, di televisi nasional, yang disponsori Yayasan Damandiri, terjadi kejutan. Acara yang biasanya diisi dialog Menteri dan pemimpin bangsa tentang masalah-masalah aktual itu berubah menjadi gelar pemilihan juara Duta Baca Nasional. Acara itu secara kumulatif diikuti lebih dari 876 peserta dari seluruh Indonesia. Para peserta terdiri dari remaja yang duduk di Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Pertama dan Sekolah Lanjutan Atas. Acara dua tahunan itu disponsori Klub Perpustakaan Indonesia (KPI), yang tidak bosan-bosannya mengajak remaja untuk mencintai buku, membaca, memahami isinya, dan diharapkan meneladani makna yang berguna untuk membangun keluarga dan bangsa yang adil dan sejahtera.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan Duta Baca 2009 dilakukan secara bertahap dari tingkat daerah, namun karena diselenggarakan secara sederhana oleh organisasi swasta, gaungnya belum menonjol. Ada kesan bahwa pemilihan Duta Baca tersebut kalah bersaing dengan pemilihan ratu kecantikan atau pemilihan penyanyi melalui televisi dengan latar belakang yang gemerlapan. Karena itu, biarpun kegiatan ini telah berlangsung beberapa tahun, jarang atau relatip sedikit yang mengetahui adanya kegiatan tersebut dibandingkan dengan jumlah anak usia sekolah yang melimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Panitia sudah bekerja sangat keras. Juara Duta Baca tahun ini memperoleh piala dari Ibu Negara, Ibu Ani Bambang Yudhoyono dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, suatu kehormatan yang sangat tinggi dan bisa dijadikan tradisi untuk tahun-tahun yang akan datang. Kenyataan itu merangsang Yayasan Damandiri, yang peduli terhadap pembangunan sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan dan pengembangan ekonomi kerakyatan untuk mendukung kegiatan KPI, yang dipimpin oleh Ibu Adwiyani Subagyo itu menampilkan proses pemilihan juara Duta Baca di layar televisi. Yayasan Damandiri berharap penampilan juara Duta Baca tersebut merangsang semua pihak memberi perhatian yang lebih tinggi terhadap kegiatan serupa di masa depan. Upaya membangun budaya baca menjadi agenda nasional yang menarik dan gegap gempita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menyarankan agar para peserta Duta Baca, utamanya juara-juara dari berbagai tingkatan segera membentuk klub atau Kelompok Gemar Membaca dengan keanggotaan teman-teman sekolahnya serta remaja sebaya yang tidak sempat bersekolah atau drop out karena alasan kemiskinan atau orang tua mereka kena musibah. Dalam klub atau kelompok itu dilakukan tukar menukar buku, diadakan diskusi tentang buku yang dibaca, diadakan lomba tentang pemanfaatan materi atau isi buku yang dibaca. Para remaja dan orang tua sekitar diajak menjadi penasehat, atau diundang dalam diskusi buku. Dengan cara itu setiap anggota berlatih menjadi pemimpin diskusi, menguasai materi buku yang dibaca, menjadi pembahas, menjawab pertanyaan atas dasar fakta bacaan, dan tidak ngenyel debat kusir, melindungi diri karena tidak menguasai materi yang diperdebatkan. Remaja berdebat bukan untuk menang debat, tetapi menambah pemahaman atas materi yang dibaca dan, apabila memungkinkan, mempergunakan materi yang dibacanya itu untuk memperkuat pengembangan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para juara Duta Baca dan anggota Klub atau Kelompok Gemar Membaca sebaiknya diprogramkan bergabung dengan remaja pedesaan dan mengadakan acara pada setiap hari Sabtu atau Minggu, sambil berekreasi mengenal pedesaan, mengajak anak-anak desa, baik yang sedang sekolah maupun yang putus sekolah, ikut serta dalam kegiatan pengembangan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Kebersamaan anak-anak remaja itu, sebaiknya diatur dalam kelompok-kelompok kecil, seperti klub, seperti dalam gerakan Pramuka, diarahkan untuk merangsang pertumbuhan Posdaya di pedesaan. Bersama dengan keluarga di kampung yang dipilihnya, anak-anak remaja itu merangsang pembentukan Posdaya, kalau di desa atau dukuh itu belum mada kegiatan Posdaya. Kalau di desa itu Posdaya sudah terbentuk, anak-anak remaja itu bisa membantu mempersiapkan kegiatan rutin Posdaya dengan sajian khusus, yaitu membacakan, atau meringkaskan isi buku-buku yang berguna untuk masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang dibaca pada setiap pertemuan harus diusahakan buku yang sangat bervariasi, berguna untuk meningkatkan kegiatan wirausaha, misalnya pengalaman pengusaha yang berhasil, jenis usaha yang sedang menonjol, atau kesempatan dan cara-cara memperolah dana dari bank dengan mudah. Bisa juga tentang cara memperoleh bahan baku, cara pengolahan yang lebih modern, atau tehnik pemasaran yang menghasilkan untung besar. Bahkan, apabila memungkinkan, Posdaya itu bisa ditolong dengan model pemasaran melalui internet yang dipelajari di sekolah. Atau ditawari dibuatkan situs yang dititipkan pada komputer yang ada di sekolahnya sehingga para anggota Posdaya yang mempunyai produksi khusus dan menarik bisa menerima pesanan melalui internet yang dibantu oleh siswa yang datang ke desa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak remaja itu bisa juga membantu dalam pendidikan dan ketrampilan lainnya. Mereka bisa membantu mendirikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan mengajak para orang tua untuk tidak menunggu anak-anaknya tetapi langsung berlatih ketrampilan. Pada waktu anak balitanya ikut PAUD, orang tua berlatih, dan setelah selesai kursus langsung mengambil anaknya kembali untuk pulang bersama. Apabila orang tuanya sudah mahir bisa dititipkan kepada pengusaha setempat sehingga kegiatan PAUD bisa dibiayai untuk lebih panjang dan orang tuanya bisa bekerja lebih leluasa untuk mengembangkan keluarga sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duta Baca masuk desa bisa menjadi tema yang menarik untuk membangun budaya baca di kalangan masyarakat luas. Kegiatan ini harus, bukan saja perlu, didukung oleh banyak kalangan, utamanya pemerintah daerah, bupati, walikota, camat, kepala desa, dan jajaran pendidikan seperti kepala sekolah, guru, dan siapa saja yang peduli terhadap masa depan anak bangsa. Dengan menjadi Duta Baca dan memperkenalkan kemampuannya kepada masyarakat luas di pedesaan, niscaya akan memupuk rasa percaya diri dan kemampuan, yang sangat berguna mengantar anak muda bangsa menjadi pemimpin masa depan yang bermutu dan dicintai rakyat. Insya Allah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-9071271300526294055?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/9071271300526294055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/duta-baca-masuk-desa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/9071271300526294055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/9071271300526294055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/duta-baca-masuk-desa.html' title='Duta Baca Masuk Desa'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-6116509626142105932</id><published>2009-06-08T20:09:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T20:12:35.399+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Orang Bijak Pasti Sisihkan Waktu Baca Buku</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;MEDAN - Tak bisa dipungkiri  kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dewasa ini buku menjadi kebutuhan masyarakat terutama bagi mereka yang gemar membaca. Tak heran pula betapapun sibuknya orang bijak pasti menyisihkan waktu untuk membaca buku karena sudah menjadi kebutuhan hari-hari. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gemar membaca menambah wawasan pengetahuan sekaligus mencemerlangkan pemikiran”, kata Bambang Supriyanto, Store Manager Gramedia saat berbincang dengan Analisa di Grand Palladium Medan, Jumat (5/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyebutkan minat membaca bagi masyarakat termasuk pelajar maupun mahasiswa di Medan cenderung meningkat. Hal ini terlihat di berbagai perpustakaan dan toko buku dipadati warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terus mengejar berbagai informasi sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat. “Sebab informasi di buku berbeda dibanding di televisi yang tidak bisa diulang lagi”, katanya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-6116509626142105932?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/6116509626142105932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/orang-bijak-pasti-sisihkan-waktu-baca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/6116509626142105932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/6116509626142105932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/orang-bijak-pasti-sisihkan-waktu-baca.html' title='Orang Bijak Pasti Sisihkan Waktu Baca Buku'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-7159246842495895965</id><published>2009-06-08T19:56:00.002+07:00</published><updated>2009-06-08T20:05:53.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Kegiatan Orientasi Minat Baca</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;SIBOLGA, SUMATERA UTARA - Menumbuh kembangkan dan membudayakan gemara membaca secara dini kepada seluruh masyarakat khususnya para murid SD, SMP,  SMA sederajat yang berada di Kota Sibolga Kantor Perpustakaan Sibolga telah mengadakan kegiatan orientasi  minat baca. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang berlangsung 19 dan 20  Mei lalu di Aula Perkantoran Pemko Sibolga itu, dibuka Wakil Walikota Sibolga H,Afifi Lubis SH, MM  diwakili Asisten-II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Marhala Manik dan melibatkan nara sumber dari Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Provinsi Sumatera Utara antara lain, Chandra Silalahi dan Dewi Ani Tampubolon, orientasi juga diikuti guru-guru SD dari 61 sekolah serta SKPD Pemko Sibolga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Walikota Sibolga H Afifi Lubis SH,MM dalam sambutan tertulisnya  dibacakan Marhala Manik mengatakan, perkembangan teknologi dan hiburan multi media yang saat ini maju pesat  telah mengakibatkan minat baca anak  secara nasional menurun dan sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, jika hal itu tidak segera ditangani dengan serius akan menciptakan masa depan bangsa yang suram dan semakin tertinggal dari negara-negara lainnya dan salah satu alternatif yang dilakukan Pemko Sibolga dengan membudayakan minat baca secara dini bagi anak-anak dengan cara memfasilitasi setiap sekolah melalui pengembangan perpustakaan tanpa mengesampingkan kemajuan teknologi multi media. &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-7159246842495895965?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/7159246842495895965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/kegiatan-orientasi-minat-baca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/7159246842495895965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/7159246842495895965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/kegiatan-orientasi-minat-baca.html' title='Kegiatan Orientasi Minat Baca'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-2332379728372898055</id><published>2009-06-08T19:41:00.004+07:00</published><updated>2009-06-08T20:13:26.835+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Peningkatan Minat Baca = Program Utama Capres</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:100%;"  &gt;MEDAN - Selain di sektor ekonomi, peningkatan minat baca masyarakat demi terjaminnya realisasi sumber daya manusia (SDM) berkualitas, harus bisa dijadikan sebagai program utama capres dan cawapres pada Pilpres 8 Juli mendatang.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikemukakan Anggota Dewan Pendidikan Sumatera Utara Drs Zarlin Nasution saat tampil sebagai pembicara pada seminar nasional Peran Buku dalam Menjawab Tantangan Global di PRSU, Selasa (2/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar yang diselenggarakan atas kerjasama Buka Buku Production Yogyakarta dan Ikatan Pembaca Buku Indonesia (IPBI) Sumut itu juga menampilkan pembicara anggota Komisi E DPRDSU Usman Hasibuan SAg dan Dosen Unimed Prof Amrin Saragih Phd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Zarlin, Pilpres adalah momentum yang harus dimanfaatkan masyarakat Perbukuan Indonesia pada umumnya dan Sumut pada khususnya, untuk membuat komitmen dengan capres/ cawapres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ada yang capres yang bersedia memberikan garansi hitam di atas putih atau semacam kontrak politik untuk menjadikan peningkatan produksi buku dan minat baca masyarakat sebagai program utamanya, maka figur capres seperti ini yang wajib didukung dan dimenangkan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zarlin juga menyatakan keprihatinannya terhadap capres dan cawapres yang ada selama ini, yang belum terlihat concern dan komitmennya dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya dalam hal peningkatan produksi buku di tanah air serta peningkatan kualitas guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Padahal kunci utama memajukan sebuah bangsa adalah pendidikan. Untuk itu peduli pada kemajuan dunia pendidikan, merupakan sebuah keharusan bagi segenap capres dan cawapres," kata Zarlin, mantan Ketua IPBI Sumut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bahagian lain dikatakannya, sebanyak 57,6 % dari 1.120.476 guru SD di Indonesia tergolong tidak layak mengajar. Data Diknas Sumut tahun 2003/2004 menyatakan 88 % guru SD tidak layak mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di DKI, hasil penelitian terakhir yang dilakukan menyatakan 80 guru tidak layak mengajar. "Fakta ini tentu mempunyai relevansi yang kuat terhadap minat baca dan tingkat konsumsi buku guru dan murid," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abad ini kita juga dihadapkan dengan masalah lompatan budaya, dari budaya lisan masuk ke budaya baca dan pada saat bersamaan langsung masuk ke budaya maya dan visual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itu, tambah Zarlin, siapa pun terpilih menjadi Presiden pada Pilpres nanti, harus ada keputusan politik dari Pemerintah. "Pasalnya, persoalan perbukuan dan minat baca merupakan masalah nasional, bahkan menjadi bencana nasional jika tidak diurus dengan baik," tegasnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-2332379728372898055?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/2332379728372898055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/peningkatan-minat-baca-harus-jadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/2332379728372898055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/2332379728372898055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/peningkatan-minat-baca-harus-jadi.html' title='Peningkatan Minat Baca = Program Utama Capres'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-8083659997760816478</id><published>2009-06-08T16:53:00.002+07:00</published><updated>2009-06-08T17:06:31.335+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Gerakan Makassar Gemar Membaca, Berhasil</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;MAKASSAR, SULAWESI SELATAN  - Sejak dicanangkan tahun 2006 lalu, program Gerakan Makassar Gemar Membaca (GMGM) dinilai berhasil. Hal itu ditunjukkan dengan adanya peningkatan jumlah taman baca dan pengunjung taman baca. Saat ini jumlah taman baca di Kota Makassar mencapai 150 unit dengan jumlah pengunjung 87.891 orang. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disampaikan mantan Kepala Kantor Arsip, Perpustakaan dan PDE Kota Makassar Nuraeni Ma`maur, yang kini menjabat Sekretaris DPRD Kota Makassar, di hadapan Kepala-kepala Badan Arsip dan Perpustakaan seluruh Indonesia, Kamis (4/6). Dia mengakui, saat pertama kali GMGM dicanangkan, jumlah taman baca hanya 30 unit yang tersebar di 14 kecamatan, dengan jumlah pengunjung baru mencapai 9.000 orang lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan adanya program GMGM ini terjadi peningkatan dari segi kualitas pendidikan masyarakat, dan mendorong minat baca masyarakat, sehingga lebih banyak yang diketahui," ujar Nuraeni Ma`mur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, melalui GMGM, Pemkot Makassar ikut mendorong partisipasi masyarakat secara aktif, sehingga program ini cukup berhasil. Karena partisipasi masyarakat itulah, jumlah taman-taman baca semakin tumbuh dan masyarakat ikut berpartsipasi menyumbang buku-buku untuk perpustakaan yang saat ini jumlahnya telah mencapai 22.283 eksemplar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyebutkan, GMGM yang dicanangkan Walikota Makassar H Ilham Arief Siradjuddin dinilai berhasil. Buktinya, Makassar dikunjungi seluruh Kepala-kepala Arsip dan Perpustakaan Provinsi se-Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Kepala-kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi se-Indonesia ini diterima Asisten III Apiaty Kamaluddin di ruang pola Kantor Walikota, Kamis (4/6). Apiaty membacakan sambutan Walikota mengemukakan, tujuan program GMGM ini adalah agar membaca menjadi budaya di kalangan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu agar perpustakaan dan tempat baca lainnya mudah diakses dan menjadikan buku sebagai pusat pengetahuan dan informasi. "Kemampuan membaca dan menulis penduduk Makassar cukup meningkat, ditandai meningkatnya persentase penduduk yang dapat membaca huruf latin sekitar 97,9 persen penduduk usia 10 tahun ke atas, sesuai data BPS tahun 2008," ucap Apiaty. &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-8083659997760816478?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/8083659997760816478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/gerakan-makassar-gemar-membaca-berhasil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/8083659997760816478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/8083659997760816478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/gerakan-makassar-gemar-membaca-berhasil.html' title='Gerakan Makassar Gemar Membaca, Berhasil'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-8063069306036733605</id><published>2009-06-05T22:07:00.000+07:00</published><updated>2009-06-05T22:16:03.061+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Buku Jendela Dunia</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;MEDAN - Kejahatan terbesar bukanlah membakar buku melainkan tidak membaca buku. Apabila kita cermati kutipan tersebut, terkesan ekstrem, kutipan ini merupakan ucapan Joseph Brodkey pemenang Hadiah Nobel untuk Sastra pada 1987.Tulisan ini merupakan apresiasi terhadap pelaksanaan Pesta Buku Sumatera Utara 2008 di Medan, diikuti 45 stand dan menampilkan 50 ribu judul buku dengan 900 penerbit. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tiga hari tersebut pengunjung setiap hari mencapai hampir 1000 - 2000 orang (Analisa, 7-12-08). Kita berharap ajang Pesta Buku Sumatera Utara ini lebih ditingkatkan lagi dan masuk dalam Kalender Pemda Sumut dalam rangka membangun Sumber Daya Manusia (SDM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap pro aktip pemerintah (Pemda), dalam aksi ini sangat diharapkan, mengingat Otonomi Daerah merupakan kebijakan pemerintah pusat yang diberikan agar Pemda turut bertanggung jawab dalam pendidikan nasional. Keberhasilan negara-negara maju merupakan akumulasi dari pemerintah lokal (provinsi/pemda), yang sangat peduli dengan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara maju meyakini bahwa buku merupakan kunci kecerdasan bangsa. Sehingga tidak heran langkah Jepang sejak tahun 1960-an mengambil langkah menerjemahkan buku-buku berbahasa asing sebanyak rata-rata lebih dari 21.000 judul setiap tahunnya. Angka tersebut pada saat itu jauh mengalahkan industri penerbitan di Amerika Serikat, dan menduduki peringkat keempat di dunia setelah  Rusia, Inggris dan Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya pemerintah Jepang untuk menerjemahkan buku-buku berbahasa asing terutama buku ilmu pengetahuan dan teknologi yang diterbitkan Barat. Karena orang Jepang berbudaya homogen dan berbicara hanya dengan bahasa Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil kerja keras pemerintah Jepang ini tidak sia-sia dan terbukti kurang dari 25 tahun Jepang mendapat apresiasi dan prestige sekaligus juga prestisius nomor Wahid dalam perekonomian dunia, bahkan masyarakat internasional menyebutnya binatang ekonomi. Hal ini merupakan keajaiban dari hasil kerja keras bangsa Jepang setelah hancur berantakan (luluh lantak) akibat Perang Dunia II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Jepang terus meningkatkan penerbitan tidak kurang dari 44.000 judul buku setiap tahunnya. Sementara Inggris 61.000 judul buku, Amerika Serikat 100.000 judul buku setiap tahun. Sedangkan Australia 7.500 judul buku dan Belanda 13.000 judul buku pertahun. Data ini tidak tertutup kemungkinan akan terus meningkatkan seiring program pemerintah yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari fakta ini banyak hal yang dapat kita petik dimana apabila kita kilas balik ke sejarah tentang Jepang, tahun 1945 mereka hancur lebur karena sikap arogansi militernya berdampak pada hancurnya bangsa Jepang. Sementara Indonesia dalam tahun yang sama dengan keberanian yang luar biasa melakukan Proklamasi Kemerdekaan sebagai negara yang berdaulat penuh namun hingga kini jauh tertinggal dibanding Jepang. Dalam sistim pendidikan nasional pun kita terkesan masih coba dan salah (trial and error), dan hingga saat ini pun bisa terlihat dalam Ujian Nasional yang menimbulkan kontroversi antara orang tua murid, guru dan Depdiknas (Departemen Pendidikan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dalam hal pengadaan buku pelajaran yang saat ini menjadi beban baik pihak sekolah maupun orang tua murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Program Pemerintah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Indonesia sebenarnya sudah berupaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), berbagai pendekatan telah dilakukan untuk menyiapkan dan membangun SDM tersebut. Program pun dirancang sedemikian hingga seperti setiap memasuki bulan Mei untuk memperingati hari Pendidikan Nasional dan menjadikan sebagai “Bulan Buku Nasional”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk bulan September pemerintah menetapkan “Bulan Gemar Membaca”. Sementara upaya penerbitan buku-buku belum mampu mengimbangi kebijakan pemerintah tersebut, diperkirakan Indonesia belum mampu menerbitkan buku sesuai target dan publik pun belum mengetahui secara pasti jumlahnya setiap tahun. Selain itu, Indonesia masih masuk kategori negara yang belum bebas buta aksara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Depdiknas, jumlah penduduk buta aksara saat ini mencapai 10,1 juta. Dengan jumlah penduduk 220 juta, persentase penduduk buta aksara tinggal 4,59 persen. Target 2009 tinggal 7,7 juta buta aksara akan tercapai. Akan tetapi tidak jelas adakah jaminan bagi mereka yang dinyatakan melek aksara tidak kembali buta sebab faktor kemiskinan dan sarana pendidikan, seperti diakui Depdiknas (Kompas, 5/9.08). Menjadi kendala utama pemberantasan buta aksara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu data Human Development Report 2007, angka buta aksara penduduk Indonesia sebesar 12,1 persen artinya 1 dari 8 orang masih buta aksara. Dibandingkan dengan Malaysia, Thailand, Fhilipina yang rata-rata 7 persen dan Brunai Darussalam sebesar 6 persen, Indonesia masih di atas 10 persen. Hari Aksara internasional 8 September, kita pakai untuk mengingatkan masih adanya tantangan besar dalam pemenuhan hak dasar hidup, salah satu hak asasi manusia (HAM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pemberantasan buta aksara (buta hurup), dilakukan lebih sistematis sejak 1970-an lewat program Paket A atau setingkat SD. Dikembangkan program Paket B untuk setingkat SMP dan Paket C untuk setingkat SMA. Paket C ini dipakai sebagai jalan keluar bagi mereka yang tidak lulus ujian nasional dengan nama ujian kesetaraan. Buta aksara memberikan kontribusi rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (HDI). Angka Buta Aksara menyumbang dua pertiga dalam penentuan HDI, sepertiganya lama masa pendidikan lainnya komponen kesehatan dan ekonomi. Peringkat HDI Indonesia ke-3 pada 2004, diharapkan meningkat menjadi ke-91 pada 2009. Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono menargetkan pada 2009 sekitar 95 persen penduduk Indonesia melek aksara, Artinya, setiap tahun ada sekitar 1,5 juta     orang terbebas dari kondisi buta aksara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tantangan Indonesia ke Depan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan multimedia dan budaya menonton yang tinggi di kalangan masyarakat Indonesia, dan menjadi bagian dari kita, merupakan tantangan yang harus dijawab. Kondisi ini memunculkan fenomena menyusutnya fenomena budaya baca. Jumlah penerbit bertambah dan jumlah toko buku bertambah, tetapi disisi lain budaya baca harus diterus dipicu dan dipacu. Karena budaya baca yang masih rendah sehingga human development index memasukkan Indonesia berada pada peringkat ke-107 dari 177 negara. Untuk itulah membaca dan budaya membaca harus dikembangkan terus. (Kompas, 21/9/08).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang dihadapi Indonesia saat ini sama halnya yang dihadapi Inggris sekitar tahun 1970-an, ketika media elektronika semakin gencarnya menawarkan fasilitas hiburan yang menghanyutkan manusia. Pada saat itu sebagai contoh masyarakat Inggris lebih banyak menggunakan  waktunya di depan TV daripada membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh media elektronik saat ini tidak bisa dihindarkan seperti layar gelas (kaca) punya korelasi negatif terhadap waktu membaca. Makin tinggi intensitas menonton TV, makin minim kesempatan untuk membaca. Persoalan ini juga dihadapi negara-negara maju namun mereka tampaknya masih bisa menyempatkan waktu untuk membaca, sebagai gambaran setiap buku Harry Potter edisi baru diterbitkan pembaca harus sabar mengantri di toko-toko buku untuk memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berharap Pemda Sumut dari tingkat I hingga tingkat II banyak memberikan peluang untuk mengembangkan budaya baca masyarakat, barangkali pendekatan Mobil Perpustakaan ditingkatkan, Pameran Buku dijadikan ajang sebagai Wisata Buku untuk mengimbangi Wisata Kuliner yang sat ini gencar dipromosikan. Atau melakukan terobosan seperti memberikan penghargaan baik keluarga maupun perorangan yang teladan yang banyak melakukan aktivitas membaca. Selain itu meningkatkan kerja sama dengan para penerbit dan mass media baik elektronik maupun cetak, dalam rangka membangun SDM Sumut yang berkualitas dan profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati hal tersebut di atas kita sebagai bangsa Indonesia tetap harus bangga dan optimis akan upaya pemerintah membentuk masyarakat pembaca (reading society) bukan lagi mayoritas sebagai masyarakat pendengar atau penonton (listening/waching society). Sehingga kita mampu membangun SDM yang berkualitas yang memiliki modal kecerdasarn intelektual (IQ), Modal kecerdasan emosional (EQ) seta modal kecerdasan spiritual. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh : M.E. Sudrajat&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-8063069306036733605?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/8063069306036733605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/buku-jendela-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/8063069306036733605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/8063069306036733605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/buku-jendela-dunia.html' title='Buku Jendela Dunia'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-1380867105066889028</id><published>2009-06-05T21:57:00.004+07:00</published><updated>2009-06-05T22:03:10.072+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tak Tik Koe'/><title type='text'>Kiat Jitu Agar Gila Membaca</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt; Membaca bagi orang yang belum terbiasa terkadang merupakan hal yang teramat berat dilakukan. Bahkan, sebagian orang masih beranggapan bahwa dunia membaca adalah dunianya para akademis, penulis, pengamat dan sebagainya. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebenarnya siapa pun orangnya harus rajin membaca. Karena sulit diterima akal bisa meraih kesuksesan dan keberhasilan jika tidak suka membaca. Maka membaca dapat dilakukan siapapun tanpa ada kaitannya dengan profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini memberikan motivasi dan petunjuk-petunjuk untuk mengawali agar suka membaca hingga cara memilih bacaan tepat dan mengatur anggaran dana untuk bisa membeli buku. Ada beberapa tips agar cinta membaca yang ditawarkan buku ini. Pertama, lakukan gerakan-gerakan yang mengarah pada aktivitas cinta dan gemar membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, sering pergi ke toko-toko buku, perpustakaan atau ke pasar buku loak. Hal inilah yang dilakukan orang-orang Jepang sehingga negaranya dikenal sebagai negara “gila baca”. Toko-toko buku di Jepang banyak mengizinkan pembaca melakukan tachiyomi, membaca sambil berdiri meski tidak membeli. Kedua, beli dan bacalah bacaan yang disenangi guna merangsang daya tarik membaca, seperti novel, kumcer, cerita jenaka atau terserah yang kita suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, mulailah dalam keadaan fun, bersikap santai dan tidak tegang  waktu membaca. Bahkan, boleh juga membaca sambil ngemil makanan asal bisa membuat tertarik untuk merangsang membaca. Keempat, Bacalah bacaan sedikit demi sedikit tetapi tetap kontinu untuk menghindarkan beban berat membaca banyak sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, jangan paksakan diri membaca jika sudah tidak “berselera” atau bete. Keenam, cobalah membaca buku selain yang kita senangi, seperti buku-buku How to untuk memperluas pengetahuan. Ketujuh, catat dan renungkan apa yang sudah dibaca agar membantu dalam memahami buku secara apik. Kedelapan, Endapkan pikiran barang sejenak, untuk kemudian melakukan pengembangan atas apa yang sudah dibaca. Siapa tahu bisa menemukan “rumus canggih” untuk kemudian ditulis. Kesembilan, segeralah menerapkan learning by doing. (hal. 71-73).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, di dalam buku ini penulis juga memberikan bocoran kriteria jenis bacaan bagus dan layak baca. Menurut Prembayun, ada dua belas kriteria bacaan bagus. Di antaranya, memiliki isi dan penyajian yang unik, mampu memacing emosi dan perasaan untuk membaca, mudah dicerna, mengandung ide-ide sehat, dapat memperluas pengetauhan, bersifat informatif dll.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara masalah yang sering terjadi, ketika minat baca sudah tumbuh dan bahkan berhasil menempa diri kita menjadi book lover ‘pencinta buku’, kesulitan dalam mengatur anggaran dana untuk membeli buku terkadang menjadi kendala yang cukup pelik. Karena itu, penulis buku ini mencoba memberikan solusi ringan dengan cara mengurangi alokasi dana yang tidak begitu penting, seperti jajan-jajan. Jika hal ini juga tidak mungkin, cobalah untuk menyewa buku, baik di perpustakaan maupun di rental buku. Jika hal itu juga sulit dilakukan, cobalah untuk membuat maklumat kepada saudara-saudara atau teman-teman jika ingin memberi hadiah tolong hadiahnya buku. Jika itu juga sulit, cobalah mencari dan menggunting artikel-artikel yang ada di koran dan majalah. Intinya, jangan sampai putusnya semangat membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan yang dituangkan penulis dalam buku ini barangkali akan lebih tajam dan lebih komprehensif ketika kita mengkombinasikannya dengan buku Bahaya Bangsa Tanpa Minat Baca (Dr. Sabaruddin Tain, penerbit An-Najah Press). Walaupun buku itu lebih menyoroti persentasi tingkat baca anak bangsa dan fungsi keberadaan perpustakaan, tapi analisis di dalamnya dapat digunakan untuk melihat pentingnya menumbuhkan budaya baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasi di antara kedua buku tersebut kiranya dapat menyadarkan kita bahwa dengan membaca kita bisa meraih kesuksesan dengan mudah dan mampu mengangkat martabat bangsa ini menjadi negara yang makin makmur, karena memiliki pakar-pakar yang siap menyelamatkan bangsa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-1380867105066889028?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/1380867105066889028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/kiat-jitu-agar-gila-membaca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/1380867105066889028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/1380867105066889028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/kiat-jitu-agar-gila-membaca.html' title='Kiat Jitu Agar Gila Membaca'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-6572060766324891586</id><published>2009-06-05T21:17:00.002+07:00</published><updated>2009-06-05T21:56:54.964+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Refleksi Hari Buku Sedunia, Buku - Budaya Baca</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;Membaca merupakan salah satu aktivitas yang penting, dengan membaca kita akan memdapatkan banyak manfaat diantaranya menambah pengetahuan, mengetahui perkembangan yang terjadi, memenuhi kebutuhan intelektual, emosional, spiritual serta dapat membentuk karakter diri. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering sekali seseorang terutama tenaga pendidik dinilai dari banyaknya buku, jurnal, majalah maupun surat kabar yang dibacanya. Sebab banyak bicara tanpa ada sumber maupun bacaan yang jelas sama saja dengan tong kosong nyaring bunyinya. Apalagi perkembangan informasi cukup pesat, baik cetak maupun elektronik. Jika tidak sering membaca, bisa jadi ketinggalan informasi, sehingga apa yang diinformasikan atau diajarkan kepada orang lain tidak up to date.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penelitian tentang minat baca bangsa Indonesia, secara umum cenderung menunjukkan hasil yang rendah. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu; 1) kegiatan membaca masih belum menjadi kebutuhan sehari-hari sebagaimana halnya akan sandang, pangan dan rekreasi. 2) kesulitan menemukan buku yang tepat dan mahalnya harga buku. 3) banyak orang lebih senang melihat siaran TV daripada membaca. 4) rasa malas yang tinggi dari dalam diri untuk membaca, berkunjung ke perpustakaan atau kurangnya promosi perpustakaan kepada masyarakat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merubah keadaan tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Sering sekali keberadaan perpustakaan sebagai sumber informasi dan penyedia bahan bacaan, justru dinomor sepuluhkan atau bahkan dilupakan dalam hal anggaran untuk pengembangan. Padahal keberadaan perpustakaan merupakan kunci mencerdaskan bangsa serta sebagai pondasi membangun budaya baca masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun budaya baca harus sejalan dengan memberantas buta aksara atau melek huruf. Bagaimana mau membaca kalau tak mengenal huruf ? Menurut data terbaru 2008 masyarakat yang mulai bisa mengenal huruf terus bertambah. Berkurangnya indeks buta huruf ini tentu saja berkah, dengan demikian diharapkan angka kebodohan di negara tercinta ini akan ikut turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Laporan United Nation Development Programm, Indonesia menempati peringkat 96 dalam hal tingkat kemelekhurufan warganya yang mencapai 87,9% dari total jumlah penduduk. Peringkat yang setara dengan Suriname, Bahrain dan Malta ini di bawah peringkat sebagian besar negara Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa disebutkan Brunei di peringkat 70 (92,7%), Filipina dan Thailand peringkat 71 (92,6%), Singapura 73 (92,5%), Vietnam 83 (90,3%), Myanmar 88 (89,7%) serta Malaysia 90 (88,7%). Peringkat Indonesia hanya unggul atas Kamboja yang ada di peringkat 129 (73,6%) dan Laos di peringkat 137 (68,7%). Warga buta huruf yang masih tersisa di Indonesia menurut survei tersebut kebanyakan didominasi kaum perempuan, meskipun tidak diketahui mengapa jumlah tersebut lebih tinggi dari kaum pria. Namun angka statistik ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buku = Investasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Harus disadari membeli buku dan membacanya merupakan investasi yang tak ternilai. Sebab banyak ilmu serta wawasan yang diabadikan dalam bentuk buku. Banyak para ilmuwan maupun pakar mewariskan ilmunya dalam bentuk buku sehingga ketika mereka telah tiada, ilmunya tak akan pudar karena telah terekam didalam sebuah buku. Orang yang gemar membaca dan menginvestasikan sebagian pendapatannya untuk membeli buku akan sangat berbeda dengan orang yang jarang membaca buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang gemar membaca, gaya bicara dan wawasannya akan lebih baik. Namun kenyataan dilapangan buku belum menjadi kebutuhan pokok masyarakat umum sebab harga buku masih tergolong mahal, selain itu masyarakat menganggap masih ada kebutuhan pokok yang lebih penting dari pada buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah peperangan pun sering sekali perpustakaan dihancurkan dan dibakar lawan agar masyarakatnya menjadi bodoh karena buku-buku berisikan ilmu serta sejarah penting telah dibakar sehingga mereka akan kehilangan investasi yang tak ternilai dan tak dapat digantikan dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, coba bayangkan sekolah atau belajar tanpa buku, bisakah ? mungkin saja bisa namun hasilnya belum tentu maksimal. Seorang guru, dosen dan tenaga pendidik sepintar apapun tetap saja harus membaca buku dalam memberikan pelajaran. Sebab tak mungkin mereka hafal dan mengetahui secara sempurna bidang ilmu mereka. Apalagi perkembangan ilmu dan informasi yang begitu pesat, cepat ditambah lagi adanya buku elektronik. Oleh karena itu sangatlah penting di sekolah digalakan perpustakaan untuk memenuhi buku-buku berkualitas terutama dalam menghadapi Ujian Nasional. Belajar tanpa buku ibarat petani tanpa cangkul. Buku adalah jendela dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rendahnya Minat Baca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kemudian berdasarkan data World Bank No. 16369-IND dan Studi IEA (International Association for the Evaluation of Education Achievement) di Asia Timur tahun 2000 ”Kebiasaan membaca anak-anak anak Indonesia peringkatnya paling rendah (skor 51,7). Skor ini di bawah Filipina (52,6), Thailand (65,1), Singapura (74,0) dan Hongkong (75,5). Bukan itu saja, kemampuan anak-anak Indonesia dalam menguasai bahan bacaan juga rendah, hanya 30%. Hasil survei juga menunjukkan minat baca, diukur dari kemampuan membaca rata-rata, para siswa SD dan SMP di Indonesia menduduki urutan ke-38 dan ke-34 dari 39 negara.” Banyak juga anak lulusan SD yang tidak lancar membaca. Dari data diatas menggambarkan bahwa kemampuan maupun minat baca siswa kita masih rendah dibanding dengan negara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata rendahnya budaya baca tidak hanya dikalangan siswa tapi juga terjadi pada masyarakat umum. Menurut Syafik Umar dalam harian Pikiran Rakyat (2004) kebiasaan membaca masyarakat yang rendah dapat diketahui dari jumlah surat kabar yang dikonsumsi masyarakat. Idealnya setiap surat kabar dikonsumsi orang (1:10). Tetapi di Indonesia, sebuah surat kabar rata-rata dibaca oleh 45 orang (1:45). Di Filippina, angkanya adalah 1:30, dan Sri Lanka, rasionya adalah 1:38. Asumsi sementara adalah kemampuan dan minat baca yang rendah sangat erat hubungannya dengan budaya bangsa Indonesia yang mengembangkan teradisi lisan. Maka jelas sudah bahwa rendahnya minat baca tak hanya terjadi dikalangan siswa namun juga terjadi pada masyarakat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya perlu strategi yang tepat dalam membangun budaya baca di negeri ini. Walaupun pemerintah akhir-akhir ini mulai gencar dalam meningkatkan gemar membaca tetapi akan sia-sia jika tidak direalisasikan dalam bentuk nyata. Jangan sampai gerakan gemar membaca cuma slogan, yang terpenting adalah kegiatan-kegiatan rasional yang berkelanjutan dalam mewujudkan budaya baca masyarakat. Sehingga amat UUD 1945 dalam rangka mencerdaskan bangsa dapat terlaksana dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Strategi Membangun Budaya Baca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Membangun kebiasaan membaca menjadi budaya tidaklah mudah sebab harus melibatkan semua kalangan baik keluarga, sekolah, pemerintah maupun masyarakat. Untuk dapat membaca dengan baik, pembaca harus memahami sintaks serta semantik bahasa dan struktur lingustik bahasa. Jika tidak pembaca akan sulit dalam memahami bahan bacaan yang menggunakan bahasa ilmiah. Namun dengan seringnya membaca kesulitan tersebut dapat teratasi dengan sendirinya. Maka untuk membangun budaya baca ada beberapa cara yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;; Pemerintah maupun penjabat yang terkait harus peduli dan memberikan perhatian lebih pada pengembangan perpustakaan baik dari segi anggaran, pembinaan, kesejahteraan staf, fasilitas maupun layanan sehingga ini akan mendorong masyarakat, siswa dan mahasiswa untuk sering berkunjung dan membaca buku di perpustakaan. Sebaliknya kalau pimpinan tak peduli terhadap pengembangan perpustakaan, yakinlah kualitas lulusan dari perguruaan tinggi tersebut sangat rendah karena hanya menggunakan buku-buku yang tidak memenuhi standar dan sudah usang. Begitu juga dengan perpustakaan umum harus gencar promosi mengajak masyarakat untuk membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;; perlunya peran penting orangtua dalam membiasakan anak membaca yang dimulai dari keluarga. Misalnya; kebiasaan orangtua membacakan dongeng dari buku waktu santai maupun sebelum tidur, kebiasaan orangtua mengisi waktu senggang dengan membaca, membiasakan membaca buku setiap hari, kebiasaan membeli surat kabar atau majalah, memberikan kado berupa buku serta kebiasaan orangtua mengajak anaknya ke toko buku atau pameran buku. Mengurangi jam melihat siaran TV terutama yang kurang mendidik dan diganti dengan waktu membaca. Sehingga akan terbangun kecintaan anak terhadap buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;; sekolah harus mewajibkan siswanya membaca minimal satu buku setiap hari baik melalui perpustakaan atau buku-buku pelajaran yang dimilikinya. Guru dapat memberikan tugas yang tujuannya membangun minat membaca siswa. Pembangunan perpustakaan sekolah juga harus menjadi perhatian sebab banyak sekolah yang tak punya perpustakaan. Berikan hadiah bagi mereka yang gemar membaca.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Keempat&lt;/span&gt;; perlunya kampanye kebiasaan membaca, seperti membuat bulan membaca, hari wajib kunjungan perpustakaan, peduli buku, pesta buku, lomba membaca cepat atau yang lainnya yang dapat memotivasi seseorang jadi suka membaca. Bawalah buku kemana anda pergi, jadikan kunjungan ke perpustakaan sebagai kunjungan rutin. Terus membangun Taman Bacaan Masyarakat, Warung pintar, Perpustakaan keliling dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun cara yang dilakukan dalam mengembangkan atau membangun budaya baca masyarakat harus ada kerjasama dari semua pihak baik keluarga, sekolah, pemerintah, masyarakat maupun lembaga lainnya. Jika tidak, akan terjadi kepincangan yang akhirnya budaya baca hanya sekedar wacana. Sangat disadari bahwa kebiasaan membaca belum mampu menandingi kebiasaan menonton siaran TV yang masih memdominasi di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa dipungkiri siaran TV merupakan media yang tercepat dalam menyampaikan berita dengan sajian yang menarik baik suara, gambar dan lainnya. Walaupun demikian, tetap saja buku merupakan investasi, dengan membaca banyak menguasai informasi dan semakin cerdas. Orang yang menguasai informasi akan menguasai dunia. Semoga ! &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-6572060766324891586?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/6572060766324891586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/refleksi-hari-buku-sedunia-buku-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/6572060766324891586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/6572060766324891586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/refleksi-hari-buku-sedunia-buku-budaya.html' title='Refleksi Hari Buku Sedunia, Buku - Budaya Baca'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-5611464453298837230</id><published>2009-06-04T20:41:00.000+07:00</published><updated>2009-06-04T20:47:14.137+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Wisata Sambil Baca;  Ayo Ke Perpustakaan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;MEDAN - Dalam UUD 1945 Pasal 28B ayat (1) mengamanatkan bahwa “Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan umat manusia” dan pasal 31 ayat 1 mengamanatkan bahwa ”setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan amanat tersebut berbagai upaya telah dilakukan termasuk meningkatkan minat baca masyarakat dan minat masyarakat mengunjungi perpustakaan. Beberapa program pun dirancang, dimana program tersebut bertujuan untuk mengembangkan budaya baca, bahasa, sastra Indonesia dan daerah dalam masyarakat termasuk peserta didik dan masyarakat umum guna membangun masyarakat berpengetahuan, berbudaya, maju dan mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pokok yang dilaksanakan antara lain meliputi: (1) Kampanye dan promosi budaya baca melalui media masa dan cara-cara lainnya; (2) Perluasan dan peningkatan kualitas layanan perpustakaan melalui: (a) penambahan dan pemeliharaan koleksi perpustakaan dan taman bacaan masyarakat; (b) pengadaan sarana dan revitalisasi perpustakaan keliling dan perpustakaan masyarakat; (c) mendorong tumbuhnya perpustakaan masyarakat dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada di masyarakat; (d) peningkatan peran serta masyarakat termasuk lembaga swadaya masyarakat dan dunia usaha dalam menyediakan fasilitas membaca termasuk buku-buku bacaan sebagai sarana belajar sepanjang hayat; (e) peningkatan kemampuan pengelola perpustakaan termasuk perpustakaan yang berada di satuan pendidikan melalui pendidikan dan latihan; dan (f) peningkatan diversifikasi fungsi perpustakaan untuk mewujudkan perpustakaan sebagai tempat yang menarik, terutama bagi anak dan remaja untuk belajar dan mengembangkan kreativitas, serta (g) pemberdayaan tenaga pelayan perpustakaan dengan mengembangkan jabatan fungsional pustakawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Pemantapan Sistem Nasional Perpustakaan melalui Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional; (4) Pemantapan sinergi antara perpustakaan nasional, provinsi, kabupaten/kota dan jenis perpustakaan lainnya dengan perpustakaan sekolah dan taman bacaan masyarakat melalui: (a) pengembangan perpustakaan nasional dan daerah sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kepustakaan; (b) peningkatan jaringan perpustakaan dari tingkat pusat sampai daerah, satuan pendidikan, dan perpustakaan masyarakat; serta (c) peningkatan kemampuan perpustakaan nasional dan perpustakaan daerah dalam memberikan pelayanan pada masyarakat berdasarkan standar kelayakan.&lt;br /&gt;(5) Pembinaan dan pengembangan bahasa untuk mendukung berkembangnya budaya ilmiah, kreasi sastra, dan seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar ini Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Baperasda) Sumatera Utara Drs. Syaiful Syafri,MM tidak setengah hati dalam membenahi perpustakaan agar semakin diminati masyarakat. Syaiful Safri memulai tugasnya membenahi perpustakaan sejak 12 Oktober 2007. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan pembinaan sumber daya manusia (SDM) staff Baperasda Sumut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;WISATA BACA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus SDM yang lebih awal dibenahi ? Karena menurut Syaiful Safri, untuk memulai segala sesuatu SDM staff harus lebih dulu disiapkan. Tak hanya itu, selagi membenahi permasalahan SDM, lulusan S-1 Unimed (dulu masih IKIP) ini juga belajar tentang tugas pokok dan fungsi seorang pelayan masyarakat di bidang perpustaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi tersebut, pembenahan sarana dan prasarana dilakukan. Mulai dari pembenahan ruang baca anak-anak, remaja, dewasa, politisi, birokrat dan ilmuwan.&lt;br /&gt;“Setelah sarana dan prasarana kita benahi, literatur kebutuhan pengunjung juga kita amati,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembenahan demi pembenahan dilakukan, seperti keberadaan arsip yang dimiliki oleh Pempropsu di Baperasda,  lanjutnya, kemudian mendalami berapa banyak data taman bacaan masyarakat (TBM), berapa banyak perpustakaan sekolah dan perguruan tinggi serta keberadaan perpustakaan di daerah-daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulusan S-2 USU ini mengatakan, bahwa tugas selanjutnya untuk pembenahan perpustakaan adalah membersihkan lingkungan. Dimulai dari kebersihan, taman, tempat parkir, sarana promosi dan kebersihan ruangan.&lt;br /&gt;Kemudian berkaca pada pelayanan sebelumnya, Syaiful Safri tak lupa untuk melakukan pembenahan dalam menyiapkan staff sebagai pelayan yang prima terhadap para pemustaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Upaya pembenahan sarana dan prasarana sampai ke pelayanan dilakukan selama satu bulan. Setelah itu, kita mengambil langkah untuk mengkampanyekan perpustakaan dan arsip daeah sebagai pusat wisata baca, tempat meneliti, berdiskusi dan menulis,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak ada pembenahan, lanjut  Syaiful Safri yang pernah menjadi Pejabat Bupati Batubara, terjadi perubahan. Sistem pelayanan untuk anak pun dikembangkan dengan membuka Pos Yandu Baca, fasilitasnya buku-buku yang berhubungan dengan anak-anak, kesehatan anak, menggunakan APE, mandi bola serta sarana anatomi hewan dan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pembukaan Pos Yandu Baca ini juga didukung oleh Kadis Kesehatan Kota Medan dr. Umar Zein,” tegasnya. Kemudian, katanya lagi, untuk kalangan remaja dan dewasa dicanangkan perpustakaan dan arsip digital sejak 5 Januari 2008 lalu bekerja sama dengan PT Telkom - Ir. M. Awaludin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak dari pembenahan dan penambahan fasilitas ini telah menimbulkan semangat masyarakat Sumut untuk mengunjungi perpustakaan. Alternatif untuk mencari tempat wisata saat ini bisa memilih perpustakaan. Wisata sambil baca pasti sangat menyenangkan. Selain sarana seperti dipaparkan di atas, Baperasda juga menyediakan aula untuk tempat bedah buku. Tak perlu heran kalau Baperasda telah mengantongi Sertifikat ISO 9001-2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bedah buku khusus untuk penulis lokal dimulai Ali Murthado dengan bukunya Menghasilkan Uang Lewat Tulisan. Disusul penulis lain dr. Umar Zein, Mantan Rektor USU Prof. Yusuf Hanafiah dan Dekan FK UMI Medan Prof. Hadiayanto Lim,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENARUH PERHATIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah ketertarikan para ilmuwan dan penulis mengunjungi perpustakaan, jelasnya, Desember 2008 lalu diadakan Pesta Buku dan Teknologi dengan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pemustaka yang rajin, penghargaan kepada penulis, Bupati yang peduli terhadap kemajuan perpustakaan serta penghargaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain membenahi perpustakaan, pria yang pernah bertugas sebagai Wakil Kepala Dinas Sosial Sumut ini juga membenahi kearsipan. Ada sekitar 354 arsip yang bernilai sejarah berbentuk surat keputusan Gubernur, Surat Keputusan Kabupaten/Kota, kumpulan pidato, surat pendirian universitas, dokumentasi gubernur terpilih hasil Pilkada langsung serta arsip lainnya. “Selain arsip dalam bentuk surat, Baperasda juga menyimpan sekitar 139 foto sejarah dan dokumentasi kunjungan orang-orang ke Baperasda Sumut,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya meningkatkan peran serta masyarakat “gemar membaca”, Baperasda juga sudah banyak memberi kesempatan kepada 18 lembaga Taman Bacaan dan pengelola perpustakaan untuk magang dan belajar tentang banyak hal yang berkaitan dengan perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lembaga yang sudah magang di Baperasda, lanjutnya seperti perpustakaan Sergai, Brimob, LP Anak Tanjung Gusta, Perkebunan, PLN Medan Tuntungan dan instansi lainnya. Kemudian,  pembinaan TMB sudah dilakukan kepada 71 TBM yang tersebar di Deli Serdang, Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Taput, Madina, Labuhan Batu, Dairi, Tobasa, Humbahas, Pakpak Bharat dan Padangsidimpuan.&lt;br /&gt;“Layanan terpadu menjadi bentuk pembinaan terhadap TBM dan pengelola TBM,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data (grafik), jumlah pengunjung perpustakaan meningkat drastis terutama setelah diberlakukannya kartu digital yang dalam waktu dekat direncanakan setiap pemilik kartu perpustakaan sekaligus menjadi peserta asuransi jiwa dari AJB Bumi Putra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peningkatan layanan dan mendekatkan diri dengan masyarakat, kata Syaiful perpustakaan keliling melayani 17 pos antara lain kawasan Medan Tuntungan, Deli Tua, Selayang, Labuhan, Helvetia, Namorambe dan pos-pos lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketersediaan buku-buku terbaru juga selalu di support oleh penerbit, buku-buku karangan penulis lokal dan membeli buku-buku lainny dengan sumber dana dari APBN dan APBD. Dalam hal pembelian buku pun selalu berdasarkan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, tambahnya, beberapa kepala daerah perlu menaruh perhatian dalam meningkatkan minat baca masyarakat dengan membenahi perpustakaan di daerahnya masing-masing. dalam waktu dekat, Baperasda Sumut juga akan membuka perpustakaan umum di Jalan Willem Iskandar untuk lebih mendekatkan diri ke mahasiswa Unimed, UMA, Akpar dan beberapa sekolah lainnya. “Ini semua hanya untuk menggugah dan menanamkan sifat gemar membaca di kalangan masyarakat,” katanya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Oleh JAMES P. PARDEDE"&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-5611464453298837230?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/5611464453298837230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/wisata-sambil-baca-ayo-ke-perpustakaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/5611464453298837230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/5611464453298837230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/wisata-sambil-baca-ayo-ke-perpustakaan.html' title='Wisata Sambil Baca;  Ayo Ke Perpustakaan'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-657045950486670362</id><published>2009-06-04T20:26:00.001+07:00</published><updated>2009-06-04T20:34:08.297+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Minat Baca Meningkat, Buku Minim</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;SIGLI - Perpustakaan Umum Kabupaten Pidie terus berbenah dalam upaya memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa. Namun hingga kini jumlah buku masih minim, sementara minat membaca populasinya meningkat 150 persen.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas di Perpustakaan Umum Kabupaten Pidie, tadi pagi, mengatakan, minat membaca masyarakat Pidie terutama para pelajar dan mahasiswa terus meningkat, dengan populasi hampir mencapai 200 persen atau rata-rata 150 persen per-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan, persediaan buku bacaan di Perpustakaan Umum Pidie sekira 21.000 eksamplar lebih, terdiri dari berbagai jenis dan judul buku. Kondisi ini, dinilai belum sepadan dengan jumlah peminat baca yang setiap hari terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Pidie, Drs. Mukhtar Ahmad, juga membenarkan meningkatnya minat baca masyarakat Pidie terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan Mukhtar, jika dilihat dari minat baca, maka idealnya buku yang diperuntukkan untuk Perpustakaan Umum Pidie sekira 40.000 lebih dengan beragam jenis dan judul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kata Mukhtar Ahmad, koleksi buku yang ada sekarang sudah kadaluarsa, artinya banyak buku keluaran tahun lama dan sudah tak sesuai dengan kondisi sekarang. Bahkan, 3.781 eksemplar buku bacaan disortir (tidak layak baca). "Sesuai rekomendasi Sekdakab Pidie beberapa waktu lalu, sejumlah buku yang disortir itu telah dihibahkan ke sebagian sekolah," katanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, pihak Perpustakaan Umum Pidie sudah bekerjasama dengan NGO asing seperti Calgap Kanada, yang konsen dengan pendidikan dan telah mengalokasi dana Rp1,2 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukhtar Ahmad merinci, bantuan dana NGO Calgap itu terdiri dari 2.000 judul buku, enam unit komputer, tiga unit AC, rak buku anti gempa, dan rehab gedung pustaka. Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Pidie itu juga mengharapkan para donatur lainnya dapat berpartisipasi membantu pustaka yang dipimpinnya itu.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-657045950486670362?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/657045950486670362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/minat-baca-meningkat-buku-minim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/657045950486670362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/657045950486670362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/minat-baca-meningkat-buku-minim.html' title='Minat Baca Meningkat, Buku Minim'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-807895004706307512</id><published>2009-06-04T19:55:00.002+07:00</published><updated>2009-06-04T20:04:30.780+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Minum Jamu Sambil Baca Buku</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;MEDAN - Tiga orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar dengan tekun membaca buku komik. Bangunan ukuran 6 X 8 meter dipenuhi dengan berbagai bacaan seperti buku, majalah, koran dan bacaan lainnya. Sayang, keterbatasan tempat, sejumlah bacaan harus ditumpukkan di atas meja. Tentu saja dapat menyulitkan pengunjung untuk melihat koleksi bacaan yang ada di Taman Baca Masyarakat (TBM) Plus Mas Raden yang berlokasi di Jalan Karya Jaya Medan Johor. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa tidak nyaman pengunjung melihat koleksi bacaan di TBM Mas Raden yang 15 April nanti genap berusia 3 tahun, juga dirasakan sang pemilik Drs. Amrin, SH. Namun karena keterbatasan biaya, untuk sementara tempat yang tersedia dimanfaatkan semaksimal mungkin dan bila ada biaya, ia berencana untuk merenovasi agar lebih besar dengan memanfaatkan tanah kosong yang ada di belakang TBM. Kapan itu, ia sendiri tidak bisa memastikan, semua tergantung ketersediaan biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau ruang yang tersedia cukup sempit untuk melihat-lihat koleksi bacaan, tidak menyurutkan masyarakat datang. Setiap hari rata-rata ada 50 pengunjung yang melihat koleksi milik bapak 5 anak yang lebih akrab disapa Mas Raden. Dari pengunjung yang datang, tidak semuanya meminjam, ada juga yang sekadar lihat dan juga ada yang hanya membaca di tempat. Baginya, walau masyarakat yang datang hanya melihat koleksi bacaan sudah sangat senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat laki-laki kelahiran Padang Sidempuan 18 Oktober 1957 lalu untuk mendorong masyarakat lagi dan lagi berkunjung terus dilakukannya dengan menambah koleksi bacaan. Ia mengaku sangat kecewa apabila&lt;br /&gt;bacaan yang dicari masyarakat tidak ada dimilikinya. Untuk melengkapi bacaan, ia berusaha mendapatkan bacaan yang dicari masyarakat. Kegigihannya terus dan terus menambah koleksi bacaan, kini ia telah memiliki 35 ribu lebih koleksi bacaan dan jumlah ini pasti terus bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ekonomi, koleksi bacaan yang dimiliki laki-laki yang bekerja sebagai PNS di Dinas Pendidikan Kota Medan sudah cukup banyak. Puluhan juta sudah ia habiskan untuk menambah koleksi bacaan dengan cara membeli. Tapi, demi memuaskan batin selalu saja ada uang untuk menambah koleksi bacaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JAMU DAN BACAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide mendirikan Taman Bacaan Masyarakat, diawali rasa kegelisahaan dirinya melihat tempat yang cukup besar tidak termanfaatkan. “Pada awalnya tempat ini warung. Saya jual jamu dan teman saya jual sate. Namun teman saya yang jual sate tidak lama. Ia pindah dan saya tetap bertahan,” kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tempat yang tadinya pengunjung yang ingin makan sate dapat dimanfaatkan, maka mendapat ide untuk membuka TBM. Karena ia tidak cukup banyak punya koleksi bacaan, maka diputuskan untuk membeli.&lt;br /&gt;“Waktu itu saya tidak punya uang. Untuk menambah koleksi bacaan, saya menjual mobil. Uang hasil jual beli mobil semuanya dibelikan bacaan,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau sudah menggadaikan mobil untuk menambah koleksi bacaan, ternyata hanya memenuhi satu gerobak. Agar koleksi bacaan dapat menarik minat masyarakat, koleksi bacaan diletakkan di dalam gerobak. Masyarakat yang ingin membaca buku diperbolehkan secara gratis. “Saya jual jamu juga jaga koleksi bacaan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran koleksi bacaan ternyata mendapat perhatian masyarakat. Banyak masyarakat yang membaca koleksi bacaan miliknya. Pembeli jamu ada juga yang baca dan ada juga yang hanya sekadar membaca.&lt;br /&gt;“Karena koleksi bacaan sudah banyak, maka saya memanfaatkan ruangan dengan meletakkan koleksi bacaan. Beberapa lemari dibeli untuk meletakkan koleksi bacaan yang baru seperti buku. Sedangkan koleksi bacaan bekas seperti majalah, koran, komik dan buku diletakkan di rak dinding,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERBISNIS SAMBIL BERAMAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkeyakinan, investasi yang telah dilakukannya dengan terus dan terus menambah koleksi bacaan, secara ekonomi bisa mendatangkan keuntungan. Hanya saja keuntungan yang diperoleh tidak cepat. Diperlukan beberapa tahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sulit untuk mengharapkan investasi yang sudah saya dikeluarkan dengan menambah koleksi bacaan dapat cepat kembali. Kalau hanya mengharapan uang dari sewa koleksi bacaan yang dimilikinya saat ini masih sangat jauh dari diharapkan. Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan seperti sewa tempat, kebutuhan rumah tangga dengan tetap jual jamu, jajanan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, lanjutnya, sulit untuk melihat apakah jamu yang mendukung TBM atau sebaliknya. Ia tidak memungkiri kehadiran TBM juga mendorong hasil penjualan jamu, disamping memang ramuan jamu yang diolehnya banyak disenangi banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dicontohkannya, ada orang yang datang ke TBM hanya ingin membaca. Karena ia melihat orang minum jamu, maka timbul keinginan untuk minum jamu. Begitu sebaliknya, ada orang yang selama ini hanya minum jamu, namun karena ia melihat orang membaca maka muncul keinginan membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua sisi yang saling berhubungan satu sama lain antara jamu dan membaca yang berhasil dilakukan Drs. Amrin, SH, adalah langkah untuk kembali menggairahkan minat baca masyarakat, khususnya dikalangan usia sekolah. Kehadiran koleksi bacaan yang disediakan mampu menarik perhatian masyarakat untuk meluangkan waktu membaca. Selama ini banyak orang menghabiskan waktu dengan hal yang tidak bermanfaat. Kini upaya yang dilakukannya, waktu luang masyarakat secara perlahan diubah dengan lebih bermanfaat seperti membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya buka mulai pukul 14.00 dan tutup pukul 02.00 WIB. Masyarakat yang datang walau tidak banyak, tapi selalu ada silih berganti. Bahkan ada masyarakat yang sulit tidur datang ke TBM hanya untuk membaca dan tentunya juga minum jamu,” ungkapnya. Oleh " &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="SV"&gt;Oleh Fahrin Malau &lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-807895004706307512?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/807895004706307512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/minum-jamu-sambil-baca-buku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/807895004706307512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/807895004706307512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/minum-jamu-sambil-baca-buku.html' title='Minum Jamu Sambil Baca Buku'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-7912105251932745359</id><published>2009-06-04T16:25:00.001+07:00</published><updated>2009-06-04T19:33:19.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Masyarakat Diharapkan Serius Didik Anak Cacat</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;BANDA ACEH - Pemerintah dan masyarakat, terutama orangtua diharapkan serius meningkatkan pengetahuan anak cacat di Provinsi Aceh, agar mereka mendapat kesempatan yang sama dengan manusia normal lainnya di bidang pendidikan dan keterampilan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;"Perhatian dari seluruh masyarakat ini penting agar anak cacat mendapat kesempatan yang sama di bidang pendidikan dan keterampilan. Anak cacat ini memerlukan perhatian lebih dan mereka bisa melakukan sesuatu yang terbaik," kata pelaksana tugas Ketua Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda, Nurhainah di Banda Aceh, sore ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda bekerja sama dengan Badan Usaha Kesejahteraan Para Cacat (Bukesra) kini sedang mendidik dan melatih keterampilan 60 putra-putri cacat netra, tuna rungu, tuna wicara, dan keterbelakangan mental (grahita). Mereka rata-rata cerdas dan cepat memahami berbagai pengetahuan yang diajarkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Pendidikan keterampilan yang diberikan yayasan kepada anak cacat antara lain menjahit, bordir dengan motif ke-Aceh-an bagi perempuan, perbengkelan dan pijat untuk laki-laki. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Mereka kelihatannya cepat memahami karena pendidikan yang diberikan praktik dan teori dipadukan, sehingga tidak ada di antannya menghadapi kesulitan, ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Masih banyak anak cacat di Aceh yang belum mendapat kesempatan pendidikan dan keterampilan, baik disebabkan keengganan orangtua mengantarkan anaknya ke lembaga yang dikhususkan kepada anak tuna wicara, tuna rungu, tuna netra dan anak keterbelakangan mental (grahita), kata Nurhainah yang juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Nurhainah tidak menyebutkan data berapa banyak anak cacat di provinsi yang dilanda bencana alam gempa bumi dan tsunami 26 Desember 2004 itu. Prediksi perempuan yang kini aktif membantu Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh itu berdasarkan pengamatan yang dilakukan selama bergabung di yayasan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;"Kami berharap orangtua memberi kesempatan kepada anak-anak yang kurang mampu secara fisik mengantarkan ke lembaga pendidikan khusus, sehingga mereka bisa mengekspresikan segala sesuatu yang terdapat dalam dirinya. Mereka memiliki imajinasi dan inovasi manakala diberi kesempatan berkreasi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-7912105251932745359?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/7912105251932745359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/masyarakat-diharapkan-serius-didik-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/7912105251932745359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/7912105251932745359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/masyarakat-diharapkan-serius-didik-anak.html' title='Masyarakat Diharapkan Serius Didik Anak Cacat'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-2753808480484139076</id><published>2009-06-04T16:17:00.001+07:00</published><updated>2009-06-04T16:19:49.135+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Orang Tua diimbau Tak Eksploitasi Anak</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;LANGSA – Maraknya aktifitas anak jalanan yang mengemis dan memulung di Kota Langsa, telah menyebabkan pemerintah setempat berupaya semaksimal mungkin menghentikan aksi mereka. Pemko Langsa pun menggelar operasi kasih sayang dengan cara membagi-bagikan selebaran kepada pengguna jalan, Rabu (3/6). Tujuannya, untuk mengimbau para orangtua agar tidak melakukan eksploitasi anak untuk kepentingan komersial mereka. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Panitia, Suhartini mengatakan, kegiatan operasi kasih sayang itu melibatkan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk, Bagian Hukum dan Humas Pemko Langsa, Polsek Langsa Kota, dan Satpol PP. “Kita berharap dengan kegiatan operasi kasih sayang ini dapat menghentikan aksi anak-anak jalanan agar mereka tidak lagi meminta-minta dan memulung, terlebih lagi pada malam hari,” katanya. Dikatakan, rangkaian kegiatan juga telah dilakukan dalam bentuk penyiaran iklan, pemasangan spanduk, dan sosialisasi di jalanan. “Kami mengimbau kepada seluruh orangtua untuk tidak melakukan eksploitasi terhadap anak,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhartini juga menyebutkan, kegiatan akan terus dilanjutkan dengan menjaring anak jalanan itu untuk diasuh dan dibina di panti asuhan milik pemerintah maupun swasta. “Kita sangat berharap dukungan dari semua elemn masyarakat untuk meminimalisir maraknya anak jalanan yang beraksi di kota,” kata Suhartini. Khususnya kepada orangtua diminta agar dapat mengerti akan kebutuhan anak terhadap pendidikan. “Kepada seluruh orangtua, kita sangat berharap agar dapat membujuk anak mereka untuk mau bersekolah,” demikian Suhartini. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-2753808480484139076?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/2753808480484139076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/orang-tua-diimbau-tak-eksploitasi-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/2753808480484139076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/2753808480484139076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/orang-tua-diimbau-tak-eksploitasi-anak.html' title='Orang Tua diimbau Tak Eksploitasi Anak'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-7751032273656127067</id><published>2009-06-04T16:07:00.003+07:00</published><updated>2009-06-04T16:17:26.775+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Tamiang kekurangan Buku Pelajaran Sekolah</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt;KUALA SIMPANG – Sejumlah sekolah di Aceh Tamiang masih kekurangan buku mata pelajaran khususnya pelajaran eksakta yang menjadi pegangan murid. Kepala Dinas pendidikan Aceh Tamiang, Izwardi kepada &lt;i&gt;Serambi&lt;/i&gt;, Rabu (3/6) mengatakan, banyak sekolah di Tamiang yang masih kekurangan buku pelajaran milik sekolah yang menjadi pegangan murid.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika bandingannya satu murid satu buku pegangan mata pelajaran maka Tamiang belum memenuhi jumlah buku yang dibutuhkan. Walapun demikian ada pelajaran tertentu yang memenuhi ratio tersebut,” ujarnya. Dikatakannya, amun pada tahun 2009, sekolah yang kekurangan buku pelajaran boleh membeli buku untuk pegangan murid dengan menggunakan daan BOS. Tetapi judul buku yang diperbolehkan hanya dua judul. “Buku yang diutamakan untuk dibeli merupakan buku pelajaran eksakta yang berhubungan dengan ujian nasional atau PPKN untuk sekolah dasar,” ujarnya lagi.&lt;b&gt; &lt;/div&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-7751032273656127067?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/7751032273656127067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/tamiang-kekurangan-buku-pelajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/7751032273656127067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/7751032273656127067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/06/tamiang-kekurangan-buku-pelajaran.html' title='Tamiang kekurangan Buku Pelajaran Sekolah'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-4690080144499644299</id><published>2009-05-29T16:12:00.000+07:00</published><updated>2009-05-29T16:19:38.495+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Dukung Wajib Belajar "Anak Usia Sekolah Dilarang Bekerja"</title><content type='html'>IDI - Dalam rangka mendukung program wajib belajar sembilan tahun yang digalakkan pemerintah, Panglima Laot Kuala Idi mengeluarkan maklumat pelarangan anak usia sekolah bekerja di lingkungan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Kuala Idi, Aceh Timur. Imbauan resmi itu ditandai dengan pemasangan pamplet oleh Panglima Laot dan para nelayan di kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima Laot Lhok Idi, Muslem H Musa kepada wartawan, Rabu (27/5) mengatakan, langkah itu dilakukan pihaknya demi ketertiban dan keselamatan pekerja di lingkungan PPI. Sekaligus untuk mendukung realisasi program pemerintah dalam rangka upaya wajib belajar sembilan tahun. Dikatakannya, selama ini aktivitas anak usia sekolah sangat ramai di PPI Idi. Karena itu, pihaknya bersama pengusaha ikan melarang anak-anak bekerja, agar mereka dapat bersekolah sebagaimana anak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurut hemat kami, anak-anak itu selama ini sangat lalai dengan aktivitas mereka. Dalam satu hari mereka dapat mengantongi uang sebesar Rp 100 ribu- Rp 200 ribu/hari. Jadi, kemauan mereka untuk bersekolah sudah tidak ada lagi. Buktinya mereka berkeliaran dari sejak pagi, di waktu jam sekolah,” kata Panglima Muslem.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, larangan ini bertujuan untuk menjaga keselamatan anak-anak itu sendiri, karena di saat kapal nelayan merapat dan menurunkan ikan, aktivitas nelayan tergolong sibuk dan padat. “Kita sangat menyayangkan kalau terjadi terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, ini semua langkah untuk menghindari dari kecelakaan para pekerja,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Juru Bicara Asosiasi Pengusaha Ikan Idi Rayeuk( ASPIRA) Faisal Riza menyatakan dukungannya atas larangan yang dikeluarkan tersebut. “Sangat tidak pantas anak usia sekolah melakukan aktivitas mencari rezeki di areal PPI, karena mereka masih pada tahap wajib belajar. Jika ini kita biarkan terus menerus, maka kita khawatir akan masa depan mereka,” ungkap Faisal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip pada harian Serambi Indonesia &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-4690080144499644299?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/4690080144499644299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/05/dukung-wajib-belajar-anak-usia-sekolah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/4690080144499644299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/4690080144499644299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/05/dukung-wajib-belajar-anak-usia-sekolah.html' title='Dukung Wajib Belajar &quot;Anak Usia Sekolah Dilarang Bekerja&quot;'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-1436722483703229375</id><published>2009-05-29T15:38:00.000+07:00</published><updated>2009-05-29T16:04:12.494+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Aceh Timur Terapkan Pendidikan Gratis</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Idi &lt;/span&gt;- Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam tahun 2009 memberlakukan pendidikan gratis bagi kalangan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; siswa SD dan SMP didaerah ini nantinya tidak lagi perlu untuk membayar biaya pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kepala Dinas Pendidikan Aceh Timur, Agussalim kepada &lt;i style=""&gt;Serambi, &lt;/i&gt;Kamis (28/5) mengatakan, sejak 2009 ini, masyarakat Aceh Timur dapat sedikit berlega hati, karena sudah diberlakukannya pendidikan gratis terutama bagi siswa SD dan SMP. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Jadi siswa atau murid itu nanti hanya tinggal datang saja ke sekolah dan menimba ilmu pendidikan, karena pihak kita sudah memberlakukan pendidikan gratis, “ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menurutnya, meskipun di kabupaten sudah diberlakukan pendidikan gratis, namun pihak orang tua wali juga masih mempunyai kewajiban-kewajiban lain terhadap anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Jadi, meskipun pendidikan itu sudah gratis, namun segala keperluan lain seperti buku dan alat tulis, orang tua harus menyediakannya. &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; tidak mungkin seluruhnya gratis, “terangnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ia berharap, dengan diterapkannya pendidikan gatis di Aceh Timur, kualitas pendidikan disana dapat meningkat. Selain itu juga tidak adanya lagi masyarakat atau warga di Aceh Timur yang tidak pernah berpendidikan, “demikian Agussalim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dikutip dari Harian Serambi &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-1436722483703229375?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/1436722483703229375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/05/aceh-timur-terapkan-pendidikan-gratis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/1436722483703229375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/1436722483703229375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/05/aceh-timur-terapkan-pendidikan-gratis.html' title='Aceh Timur Terapkan Pendidikan Gratis'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-8113156359801289000</id><published>2009-05-19T14:53:00.000+07:00</published><updated>2009-05-19T14:55:01.967+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tak Tik Koe'/><title type='text'>Puisi Hari Buku IV</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BUKU, JENDELA DUNIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darinya aku belajar mengenal dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengartikan setiap hela nafas manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menelusuri lorong-lorong hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuh rahasia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darinya aku juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin tumbuh dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal angka-angka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuka ruang-ruang cakrawala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan menatap dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kupunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karya : Anita Saragih, 12 Mei 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-8113156359801289000?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/8113156359801289000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/05/puisi-hari-buku-iv.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/8113156359801289000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/8113156359801289000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/05/puisi-hari-buku-iv.html' title='Puisi Hari Buku IV'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-8756277599049763978</id><published>2009-05-19T14:46:00.001+07:00</published><updated>2009-05-19T14:51:16.264+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tak Tik Koe'/><title type='text'>Puisi Hari Buku III</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DETAK DETIK SEJARAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: Hari Buku Nasional 17 Mei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detak-detik sejarah meringsek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secepat tubuh menua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sedikitpun terekam pikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tersimpan tatapan mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi berganti generasi baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berganti waktu semu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan sejarah akan tersimpan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapi diatas lembaran putih buku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi depan akan belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari apa yang kita buat hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karya : Jaramil BD Saragih, April 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-8756277599049763978?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/8756277599049763978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/05/puisi-hari-buku-iii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/8756277599049763978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/8756277599049763978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/05/puisi-hari-buku-iii.html' title='Puisi Hari Buku III'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-7165778038857619179</id><published>2009-05-19T14:42:00.001+07:00</published><updated>2009-05-19T14:59:56.496+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tak Tik Koe'/><title type='text'>Puisi Hari Buku II</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SELAMAT HARI BUKU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada siapakah ucapan ini kusuguhkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya-tanya sambil berfikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian mungkin tidak tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau pura-pura tidak ingin tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mengingatkan kalian teman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita memang anak bangsa yang budiman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah budayakan gemar membaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar perayaan ini tidak sia-sia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karya : Abdul Rahman M, Medan 10 Mei 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-7165778038857619179?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/7165778038857619179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/05/puisi-hari-buku-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/7165778038857619179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/7165778038857619179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/05/puisi-hari-buku-ii.html' title='Puisi Hari Buku II'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-5390045854793220853</id><published>2009-05-19T14:32:00.002+07:00</published><updated>2009-05-19T14:42:35.144+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tak Tik Koe'/><title type='text'>Puisi Hari Buku I</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BUKU, GUDANG ILMU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Buku-buku tergeletak lesu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di rak-rak yang kumal dan berdebu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tak tersentuh&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari waktu ke waktu &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Meninggalkan cerita pilu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ah, begitu bodohnya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Padahal kau gudang ilmu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tempat manusia belajar mengeja dunia&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menerbangkan sayap-sayapnya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jauh ke angkasa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Padahal kau seperti matahari&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sumber penerang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bagi jiwa dan pikiran yang mati&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Padahal kau seperti tongkat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang selalu memapah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setiap langkah manusia&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menelusuri setiap riak kehidupan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;Karya : Irwan Effendi, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Medan&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Mei 2009&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-5390045854793220853?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/5390045854793220853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/05/puisi-hari-buku-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/5390045854793220853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/5390045854793220853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/05/puisi-hari-buku-i.html' title='Puisi Hari Buku I'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-7983784849799796547</id><published>2009-04-29T11:47:00.003+07:00</published><updated>2009-04-29T11:56:02.005+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Bahasa Indonesia Mau Kemana?</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Oleh : Juana Florida Damanik, S.Pd&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sungguh menarik, kita membaca tulisan di salah satu media nasional oleh pakar Bahasa UI tentang Pudarnya Pesona Bahasa Indonesia (Kompas, 12/1).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Di era modern dan global ini masih ada putra bangsa yang merasa cemas dan prihatin yang intens atas eksistensi dan martabat Bahasa Indonesia. Kiranya generasi muda (siswa) bangsa ini peduli akan kecemasan dan keprihatinan sang editor tersebut. Mari kita bayangkan kalau orang muda anonim pencetus sumpah pemuda itu bangkit dari kubur dan mendapati generasi muda sekarang ketika berbicara dan menulis lebih suka menggunakan bahasa Inggris. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Reaksi mereka tentu kecewa dan marah &lt;div class="fullpost"&gt; bahwa usaha dan perjuangannya kurang dihargai dan dihormati. &lt;div class="fullpost"&gt;Namun, ada reaksi lain bahwa mereka tentu bingung melihat generasi muda sekarang agak kebaratan (nginggris). Sebab mereka belum mengenal komputer, internet, email, HP dengan gaya SMS yang sungguh tidak dimengerti dalam berbahasa, aneka channel televisi, berbagai produk surat kabar, majalah, buku-buku, dan sebagainya. Dan saya kira mereka akan memaklumi dan menerimanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pembelajaran Bahasa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Walaupun siswa dalam berbicara dan menulis itu ada kecenderungan nginggris, mereka masih cinta dan sayang pada Bahasa Indonesia. Tidak proporsional mencap siswa kini menempatkan bahasa Indonesia pada nomor urut sepatu. Selain itu, pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia tidak favorit, sehingga tidak penting untuk dipelajari. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Soal favorit itu relatif karena minat dan kegemaran siswa berbeda-beda. Hal ini dapat dilihat dari faktor kecerdasan yang dimilikinya. Berkaitan dengan rendahnya minat siswa memilih jurusan bahasa Indonesia di perguruan tinggi tentu saja bukan indikasi dari nilai ujian nasional (UN). Nilai UN itu hanya permukaannya saja, sedangkan yang tidak kelihatan justru menyimpan permasalahan yang begitu kompleks. Ambil contoh apakah memilih jurusan bahasa Indonesia menjanjikan masa depannya? Maka di sini berkaitan dengan lapangan pekerjaan. Untuk itu, kita perlu mengkaji kembali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sebenarnya yang membuat pesona bahasa Indonesia ini menjadi pudar bukan semata UN. Memang UN menjadikan cara dan sistem pendidikan ini kehilangan identitas dan jati diri bangsa Indonesia. Karena UN lebih menekankan kuantitatif daripada kualitatif. Padahal pembelajaran bahasa Indonesia merupakan suatu proses yang harus dialami atau dilakukan oleh siswa. Di sisi lain, orang tua dalam keluarga menanamkan konsep keliru pada anak-anaknya. Anak-anak sejak kecil sudah “dipaksakan” belajar bahasa Inggris, Mandarin dan sebagainya lewat kursus, les privat atau bimbingan belajar. Sekolah pun memperlihatkan bahwa ada gradasi pembelajaran bahasa Indonesia dan Inggris.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sarana penunjang bahasa Inggris disiapkan sementara bahasa Indonesia tergantung dari kreativitas gurunya. Semuanya menjadi tekanan dan tuntutan bagi siswa di zaman modern dan global ini. Akhirnya mereka mengikuti gaya dan trend zaman itu. Mereka berguru dari kita penutur bahasa Indonesia ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Perlu Arif, Konsisten dan Teladan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Gaya, trend, dan kecenderungan siswa itu hendaknya diterima dan dipahami. Bukannya kita cepat mencap yang negatif dan mengadili mereka. Yang sudah salah dipersalahkan lagi akan menjadi fatal. Secara arif kita mendamping dan membina mereka dalam proses penyadaran berbahasa Indonesia yang baik dan benar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ini memerlukan waktu yang lama bukan dikarbit. Dalam berbahasa Indonesia kita harus konsisten. Artinya kita berpedoman pada kaidah yang sudah ada seperti Ejaan Yang Disempurnakan, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Kamus Bahasa Indonesia dan sebagainya. Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia harus dikemas secara menarik dan menyenangkan sehingga lebih hidup, dinamis dan penuh kejutan. Itulah menjadi harapan kita semua. Jika pembelajaran demikian dengan menekankan empat ranah, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, penilaiannya pun dilakukan secara integral dan komprehensif. Siswa diharapkan memiliki kompetensi bukan nilai (angka-angka). Maka model UN perlu ditinjau kembali atau bahkan ditiadakan saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Di samping arif, dan konsisten, siswa memerlukan suatu teladan dalam berbahasa. Ini bukan semata tugas guru bahasa Indonesia. Semua guru wajib memberi teladan berbahasa yang baik dan benar. Begitu juga orang tua, tokoh-tokoh masyarakat, media massa, buku-buku yang diterbitkan mempunyai andil yang besar untuk memberikan teladan dalam berbahasa. Kiranya kekecewaan dan keprihatinan sang editor ini tidaklah berlarut-larut. Kita semua masih sayang dan cinta pada Bahasa Indonesia. Kita juga prihatin melihat nasibnya yang malang. Tugas dan tanggung jawab kita semua dalam mempertahankan dan melestarikan bahasa Indonesia kepada generasi penerus bangsa ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Mereka harus didampingi dan dibina agar menghargai dan menghormati bahasanya sendiri. Di tengah kompetisi modern dan global siswa kita tidak merasa inferior, tetapi merasa bangga dan percaya diri. Bahwa bahasa Indonesia menjadi identitas diri dan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. Dengan demikian, kita diharapkan lebih giat dan proaktif dalam membina dan membiasakan siswa untuk belajar bahasa dan sastra Indonesia yang baik dan benar sehingga Bahasa Indonesia jangan sampai pudar oleh ulah kita sendiri. Semoga!*** terkutipkan oleh kyl &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-7983784849799796547?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/7983784849799796547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/bahasa-indonesia-mau-kemana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/7983784849799796547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/7983784849799796547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/bahasa-indonesia-mau-kemana.html' title='Bahasa Indonesia Mau Kemana?'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-7909526686158649549</id><published>2009-04-29T11:31:00.006+07:00</published><updated>2009-05-01T14:47:51.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Menyapa Pendidikan Melalui Dunia Baca Tulis</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh : M. Syukri Albani Nst, SH.I, MA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bagi dunia pendidikan dan penerbitan, setiap tanggal 23 April dianggap sebagai hari berkesan, mengingat pada hari tersebut diperingati World Book and Copyright Day (hari buku dan hak cipta sedunia). Pada momen tersebut, kita sebagai penggiat pendidikan, penggiat baca tulis dan penerbitan harus merenovasi pola fikir dan metodologinya untuk bisa merespon lebih jauh tentang betapa besarnya peran buku dan penerbitan dalam perkembangan dunia pendidikan. Buku adalah sarana tersendiri untuk memperluas tingkat pendidikan dan keilmuan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Oleh karenanya, World Book and Copyright Day ini harus menjadi evaluasi kecil &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; untuk menatap dunia pendidikan di Indonesia dengan mengkaitkannya pada minat baca, minat beli buku, dan kreativitas menulis, menerbitkan, serta kejernihan untuk menjaga kemurnian hak cipta dengan meminimalisir pembajakan.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Di Indonesia, ada banyak peraturan yang menyangkut tentang pendidikan. UU No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, UU No 14 tahun 2005 tentang Dosen dan Guru, PP No 19 tahun 2005 tentang Standart Pendidikan Nasional dan PP Menteri Pendidikan Nasional RI No 11 Tahun 2005 tentang Buku Teks Pelajaran. Di semua peraturan tersebut, tidak ada satu pasal pun secara eksplisit mengatur tentang betapa pentingnya buku dan kaitannya dengan dunia baca tulis sebagai sarana perkembangan pendidikan. Hanya formalisasi pendidikan saja yang menjadi acuan utama dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia. Maka, tak salah jika konsumsi buku para pelajar dan mahasiswa di Indonesia sangatlah kecil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Oleh karenanya, menjadi sangat penting untuk sedikit mencerna ulang, betapa besarnya peran buku dengan membudayakan membaca sebagai bagian lain untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia. Selain itu juga, budaya baca, akan melahirkan budaya kritisme terhadap berbagai masalah, baik itu secara oral, maupun dengan tulisan atau karya cipta yang bisa disalurkan melalui dunia penerbitan. Seterusnya, jika kita memakai analisis futurology, kedepannya, pendidikan di Indonesia akan berkembang sangat pesat jika ditopang dengan budaya baca dan budaya mencipta. Kemandirian pendidikan akan lahir seiring berkembang pesatnya dunia perbukuan di Indonesia yang diimbangi dengan budaya membaca.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sejalan dengan itu, Islam sebagai salah satu agama yang mengedepankan pola pendidikan untuk memodernkan ummatnya, sangat mendukung erat budaya baca. Allah telah mengatur hal ini sebagai komitmen awal ketika Muhammad diangkatnya menjadi Rasul (utusanNya). Ketika itu, ayat pertama yang diturunkan Allah adalah tentang membaca (Lihat QS. Al-’Alaq ayat 1-5). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang Maha Menciptakan; Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah; bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah; yang mengajar manusia dengan perantaraan Kalam (alat); Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahui manusia itu”. Komitmen awal ini, menjadi indikasi besar, bahwa Islam adalah agama pendidikan dengan menyalurkannya melalui dua metode besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pertama, metode (iqra’), membaca. Membaca dengan saduran analisis, membaca dengan mengkaitkannya pada perkembangan pengetahuan, dan pola fikir, membaca, dengan mengkaitkannya pada wilayah teologis. Semua pengetahuan, akan kembali pada hak cipta dasarnya, yaitu Allah sebagai Tuhan. Dan membaca sebagai sarana pendidikan yang spritualis. Sejalan dengan ilmu padi, semakin banyak membaca, semakin banyak pengetahuan, semakin memahami kekurangan, semakin menyadari kebesaran Tuhan. Dengan perlakuan seperti itu, akan melahirkan ketawadhu’an yang hakiki. Pada Allah sebagai Tuhannya manusia, dan kepada sesama manusia sebagai partner hidup di hadapan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kedua, Allah menjadikan Qalam (alat tulis; makna dasar) sebagai sarana &lt;img class="gl_bold" alt="Tebal" src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" border="0" /&gt;mendukung pendidikan manusia. Dalam artian yang lebih luas, besar kaitannya dengan membaca, menulis dan melahirkan karya cipta terhadap perkembangan dunia pendidikan. Oleh karenanya, Allah tidak menghendaki manusia untuk stagnan hanya belajar saja, tanpa menghasilkan pelajaran baru dari ilmu dan pengetahuan yang sudah dimilikinya. Oleh karenanya, sebagai rasa tanggung jawab, manusia juga dituntut untuk melahirkan karya demi mengembangkan keilmuan yang besar di dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Allah dalam hal ini menyeimbangkan potensi baca, potensi belajar dan potensi menganalisa dengan potensi menulis, melahirkan karya, menterjemahkan keilmuan dalam ruang lingkup yang sangat besar. Kedua potensi inilah yang harus dijadikan pondasi awal dalam mengembangkan pendidikan dan sarananya di Indonesia ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pendidikan dan Minat Baca&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Jika kita harus merujuk berbagai kajian filsafat ilmu, maka tujuan akhir dari keilmuan adalah pencapaian ontology, epistimologi dan aksiologi yang harus saling berkaitan (baca; Jujun S. Suriasumantri; Surajiyo; Ahmad Taisir; Soetriono dan buku-buku lainnya). Maka, akhir dari sebuah keilmuan adalah pencapaian yang akurat terhadap defenisi, proses dan hasil. Hasil, nantinya akan menentukan sebesar apa pengaruh keilmuan yang sudah diraih. Biasanya, peraihan terbesar adalah menghasilkan karya baru sebagai hak ciptanya terhadap sebuah teori atau keilmuan yang baru pula. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pencapaian tersebut, tidak akan berhasil, manakala tidak didukung oleh budaya baca dan budaya karya (menulis). Kedepannya, jangan sampai trilogy pencapaian hasil pembelajaran yang dikemukakan Bloom; Kognitif; Afektif dan Psikomotorik hanya sebagai lintasan pembahasan saja, tanpa ada aplikasi efektif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Saat ini, sudah semacam terbudaya di dunia pendidikan kita hanya mengandalkan fasilitas oral saja sebagai sarana pendidikan. Jika ini terus berlanjut, maka pendidikan di Indonesia akan sangat bergantung dengan kemampuan guru atau dosen, baik dari sisi kedalaman ilmu, dan kemampuan beretorika yang baik. Jika tidak, maka dipastikan sistematisasi ilmu, dan isi dari ilmu tidak akan tercapai. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kemalasan siswa dan mahasiswa kita untuk membaca melahirkan budaya mendengar saja. Coba tanyakan saja, pada siswa atau mahasiswa, sudah berapa buku yang ia miliki, yang ia baca dan yang ia tahu. Atau jangan-jangan, semua sekolah hanya mengandalkan buku pinjaman, dan setelah selesai belajar, maka buku dipulangkan. Dan coba pertanyakan pula, seberapa besarkah kebanggaan seorang siswa atau mahasiswa ketika ia memiliki buku, atau seberapa besarkah minat membeli buku seorang siswa atau mahasiswa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Semuanya itu akan sangat berkaitan dengan pembudayaan mendasar dalam metode pendidikan yang dikembangkan. Jadi, jangan heran jika Indonesia, bukan termasuk salah satu negara yang bangga terhadap kualitas membaca dan menciptanya. Kedepannya, inilah yang harus menjadi salah satu tolak ukur untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Begitu juga dengan para guru dan dosen, budaya oral dalam mengajar ternyata tidak cukup efektif jika tidak ditopang dengan budaya berkarya melalui tulisan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;terkutipkan oleh kyl  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-7909526686158649549?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/7909526686158649549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/menyapa-pendidikan-melalui-dunia-baca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/7909526686158649549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/7909526686158649549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/menyapa-pendidikan-melalui-dunia-baca.html' title='Menyapa Pendidikan Melalui Dunia Baca Tulis'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-6739883020321227933</id><published>2009-04-29T11:24:00.004+07:00</published><updated>2009-05-01T14:48:26.840+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>UN di Aceh Timur Diikuti 6.486 Siswa</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Setelah usai pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UN) untuk Tingkat SLTA, Senin(27/4) Jajaran Dinas Pendidikan Aceh Timur dan sekolah-sekolah didaerah ini kembali menggelar UN untuk tingkat SLTP sederajat.Kepala Dinas Pendidikan Aceh Timur, H.Agussalim SH,MH kepada wartawan mengatakan, jumlah peserta UN untuk tingkat SLTP ini sebanyak 6.486 siswa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Adapun mata pelajaran yang diujikan di hari pertama adalah Bahasa Indonesia. Manyangkut penyelenggaran UN untuk tingkat SLTP, Agussalim optimis akan berjalan baik dan sukses seperti pelaksanaan tingkat SLTA karena semua pihak bersama-sama ikut mendukungnya.“Yang jelas kita menginginkan &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; naik peringkat dalam rating kelulusan untuk tingkat SLTP dan tetap berkomitmen kuat menjadikan Aceh Timur sebagai kabupaten pendidikan terbaik di NAD,” ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Gotong RoyongSementara itu, masyarakat Lorong Damai Kelurahan Matang Seulimeng Pemko Langsa, Minggu(26/4) melaksanakan kegiatan gotong royong memperbaiki ruas badan jalan di lingkungan mereka yang rusak berat.Dengan dukungan dana swadaya masyarakat yang menyumbang seikhlasnya, peserta gotong royong menimbun badan jalan yang rusak dan berlobang dengan tanah.Al hasil jalan yang rusak itupun untuk sementara waktu tampak baik kembali.Menurut warga, kerusakan badan jalan di lingkungan mereka sudah berlangsung cukup lama padahal baru sekitar lebih kurang dua tahun diaspal. Saat ini aspal yang menutupi badan jalan sudah terkelupas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kerenanya warga setempat mengharapkan Pemko Langsa melalui dinas terkait untuk segera memperbaiki dan merehab ruas jalan yang rusak itu.Menurut warga, kerusakan terparah persis di muka pintu masuk atau gapura lorong setempat. Dengan rusaknya badan jalan itu hampir setiap hari terjadi kecelakaan lalulintas, terutama bagi kaum ibu-ibu atau warga pendatang yang tidak paham betul kondisinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;dikutip dari harian Analisa (kyl) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-6739883020321227933?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/6739883020321227933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/un-di-aceh-timur-diikuti-6486-siswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/6739883020321227933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/6739883020321227933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/un-di-aceh-timur-diikuti-6486-siswa.html' title='UN di Aceh Timur Diikuti 6.486 Siswa'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-4150113580173059424</id><published>2009-04-25T00:43:00.004+07:00</published><updated>2009-04-25T01:20:17.970+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Program Kami'/><title type='text'>Program Kami</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SfICKkEtlvI/AAAAAAAAAC0/IoVnPcU9tfQ/s1600-h/Picture+281.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 313px; height: 147px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SfICKkEtlvI/AAAAAAAAAC0/IoVnPcU9tfQ/s320/Picture+281.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328323689638106866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;Program pendidikan GeMaRI adalah pendidikan alternatif yang dikenal dengan Kegiatan Anak GeMaRI (KAMAR) yaitu sebuah program pendidikan gratis yang disumbangkan kepada anak-anak dengan tujuan menumbuhkan kembali  bakat maupun potensi pada diru anak didik. Program ini bertujuan untuk melakukan peningkatan kapasitas anak dalam bidang intelegensi, emosional, spiritual dan kreatifitas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Pendidikan Anak Aceh merupakan issue penting bagi daerah Nanggroe Aceh Darussalam pasca konflik berkepanjangan, anak-anak sebagai kelompok yang cukup rentan sering sekali menjadi korban akibat konflik politik di bumi Serambi Mekkah. Anak Aceh telah kehilangan dunianya sejak 30 tahun terkhir. Maka dengan Program Pendidikan Alternatif inilah yang diharapkan menjadi pilihan baru anak-anak di Nanggroe Aceh Darussalam untuk menikmati masa kecil dan mendapatkan pengetahuan yang berkualitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Dampingan Kegiatan Anak GeMaRI (KAMAR) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Pendampingan anak-anak merupakan bagian penting dari konsep Pendidikan Alternatif, Kegiatan tersebut sudah berlangsung selama 1 tahun kebelakang  yang dilakukan dalam 2 (dua) kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang yaitu daerah desa Paya Ketenggar Kecamatan Manyak Payed dan desa Muka Sungai Kuruk Kecamatan Seruway. Pendidikan Alternatif disini adalah bentuk pengembangan minat bakat anak diluar pendidikan formal seperti menggali potensi anak lewat kreatifitas, seni, dengan melibatkan partisipasi dari  orang tua dan masyarakat sekitar dalam mendukung kegiatan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Workshop Program Pendidikan Alternatif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Pada Kegiatan ini GeMaRI Mengembangkan kegiatan yang disesuaikan dengan sosial kultural masyarakat setempat dengan melibatkan pemangku adat dan tokoh masyarakat dalam melakukan pendampingan Program Pendidikan Alternatif bagi anak-anak. Pengembangan Kegiatan tersebut dilaksanakan   dengan melibatkan perwakilan masyarakat desa setempat, khususnya dalam memberikan masukan materi-materi belajar pada anak-anak. Dalam melakukan pengembangan program, GeMaRI melibatkan Community Organizer (CO) pendampingan lokal diseluruh dampingan yang dilakukan dalam menjalankan Program Pendidikan Alternatif bagi anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Kunjungan Lapangan &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Metode belajar yang di kembangkan melalui aktivitas kunjungan lapangan yang dilakukan oleh anak-anak dampingan GeMaRI ketempat-tempat rekreasi lingkungan, merupakan langkah awal proses pengenalan lingkungan dan sadar akan pentingnya menjaga lingkungan disekitar kita. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Kegiatan ini adapun bertujuan sebagai bagian dari proses belajar yang cukup efektif  sejak usia dini, dan ini harus ditanamkan pada jati diri mereka akan kecintaan mereka kepada lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;Kegiatan Anak &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Anak-anak dampingan GeMaRI aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah, lembaga lokal maupun event organizer (EO), khusunya pada kegiatan menyambut Hari Anak Nasional maupun Hari Buku. Kegiatan Anak ini bertujuan untuk sebagai ajang ekspresi bagi anak-anak dampingan GeMaRI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;Pertemuan Orang Tua Anak Dampingan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Peran orang tua/wali dalam mengembangkan pendidikan adalah faktor penting dalam memotivasi semangat belajar anak, membimbing dan mengarahkan kreatifitas anak.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Forum pertemuan ini juga mengukur kinerja dampingan dalam hal pelibatan partisipasi orang tua anak sekaligus juga merupakan umpan balik terhadap program yang dilakukan oleh GeMaRI didaerah dampingan. Meningkatkan peran kontrol orang tua dalam pendidikan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;Warung Baca Anak dan Remaja&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Warung Baca merupakan bagian penting dalam mendukung program pendidikan. Dalam menerapkan konsep yang unik yaitu dengan memadukan seni kreativitas (melukis dan menggambar) akan menghadirkan suasana bermain sambil belajar dengan nyaman.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Warung Baca dapat diakses bebas oleh anak-anak dan remaja disekitarnya. Sedangkan untuk anak-anak wilayah dampingan mengunjungi perpustakaan secara regular dari masing-masing wilayah dampingan. Selain itu, Warung Baca  memiliki kegiatan-kegiatan rutin yang dapat di ikuti oleh anak-anak dan remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;Diskusi Buku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Diskusi tentang buku adalah agenda 4 (empat) bulanan Warung Baca. Adapun pembahasan yang dilakukan meliputi bacaan yang sering dibaca oleh anak-anak baik komik, dongeng dan ilmu pengetahuan. Tujuan dilakukan diskusi tentang buku adapun sebagai upaya mengasah pola pikir anak-anak dalam mengecam bacaan yang dibaca. Kegiatan ini difasilitasi oleh tenaga volunteer GeMaRI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Kegiatan Menulis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Kegiatan kelas menulis ini bertujuan untuk melatih anak-anak agar dapat menulis dan berkarya dalam bentuk tulisan, meningkatkan kreatifitas dan partisipasi anak-anak dampingan GeMaRI. Kegiatan ini tidak hanya membuat karya tulisan saja tetapi anak-anak didampingi untuk berinteraksi dengan narasumber melalui teknik wawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;Wartawan Cilik &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Tujuan dari wartawan cilik ini lebih difokuskan pada usaha melahirkan karya-karya anak dalam bentuk media. Isi dari media ”kecil” tersebut adalah tulisan atau gambar-gambar karya dari anak-anak dampingan. Media ini terbit 3 bulan sekali sebanyak 4 halaman.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Anak-anak belajar tentang rapat redaksi, peliputan dan pengumpulan bahan, kliping serta tehnik pengambilan gambar melalui kamera sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;Pinjaman Buku Bacaan&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Proses pinjaman buku bacaan adalah kegiatan rutin yang dilakukan didalam warung Baca GeMaRI kepada anggotanya, pengelolaan peminjaman dikelola oleh pustakawan dari GeMaRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;Multimedia&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Pemanfaatan dalam proses belajar dan mengajar dalam dunia multimedia sangatlah perlu sebagai salah satu penunjang untuk melahirkan kreativitas anak-anak dalam merangsang pola pikirnya. adapun bentuk kegiatan yang dimaksud : pemutaran film kartun bermamfaat dan pemutaran film ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;Komunitas Baca GeMaRI&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini yaitu, menumbuh kembangkan minat baca bagi masyarakat. komunitas ini juga bermamfaat sebagai ajang diskusi tentang perkembangan dunia ilmu pengetahuan. kegiatan ini difasilitasikan oleh tenaga volunteer dan staff GeMaRI.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-4150113580173059424?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/4150113580173059424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/program-kami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/4150113580173059424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/4150113580173059424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/program-kami.html' title='Program Kami'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SfICKkEtlvI/AAAAAAAAAC0/IoVnPcU9tfQ/s72-c/Picture+281.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-1138625744400355624</id><published>2009-04-21T13:25:00.000+07:00</published><updated>2009-04-21T13:27:32.519+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata Bijak'/><title type='text'>Berfikir</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Orang-orang menjadi begitu luar biasa ketika mereka mulai berfikir bahwa mereka bisa melakukan sesuatu. Saat mereka percaya pada diri sendiri, mereka memiliki rahasia kesuksesan yang pertama. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(Norman Vincent Peale)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-1138625744400355624?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/1138625744400355624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/berfikir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/1138625744400355624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/1138625744400355624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/berfikir.html' title='Berfikir'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-280227117478867043</id><published>2009-04-21T13:22:00.003+07:00</published><updated>2009-04-21T14:25:50.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata Bijak'/><title type='text'>Kesombongan Diri</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:lucida grande;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Budi, seorang anak laki-laki SD kelaas 3 baru saja memenangkan sebuah medali sebagai pembaca terbaik dikelas. Terbuai oleh kesombongan, ia menyombongkan diri dihadapan pembantu di rumah, “bibi, coba lihat, jika mau bibi dapat membaca seperti saya .” Pembantu itu mengambil buku, memandangnya, akhirnya berkata dengan terbata-bata, “Nak Budi, saya tidak bias membaca.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:lucida grande;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sombong seperti burung merak, anak kecil itu lari keruangan keluarga dan berteriak kepada ayahnya, “yah, bibi tidak bias membaca, sedangkan saya meski baru berumur 8 tahun, saya sudah dapat medalu untuk kehebatan membaca. Saya ingin tahu bagaimana sih perasaannya, memandang buku tapi tidak bias membaca.”&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:lucida grande;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tanpa berkata sepatah pun, ayahnya berjalan menuju rak buku, mengambil satu buku, dan memberikannya ke Budi dan berkata, “bibi merasa seperti ini. “buku itu ditulis dalam bahasa Jerman dan Budi tidak bias membaca satu kata pun. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:lucida grande;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anak laki-laki itu tidak akan pernah melupakan pelajaran itu sekejap pun. Bila perasaan sombong dating, dia dengan tenang akan mengingatkan dirinya, “ingat, kamu tidak bisa membaca dalam bahasa Jerman”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande;" class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:lucida grande;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Dikutip dari Motivasi Net&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-280227117478867043?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/280227117478867043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/kesombongan-diri_21.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/280227117478867043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/280227117478867043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/kesombongan-diri_21.html' title='Kesombongan Diri'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-7208861749776002968</id><published>2009-04-21T13:16:00.006+07:00</published><updated>2009-04-21T14:34:24.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tak Tik Koe'/><title type='text'>Teknik Membaca Cepat</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: lucida grande;font-family:lucida grande;"  class="Section1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengennya sih ngikutin informasi terbaru setiap hari. Tapi ada beberapa koran yang terbit setiap hari? Berapa banyak majalah terbit tiap minggu dan beberapa banyak buku terbit tiap bulan? Kayaknya sulit deh melahap semuanya dalam waktu cepat. Apalagi kerjaan banyak. Terus gimana dong biar cepat membacanya? Gampang… ikut aja tips-tips di bawah ini.&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkirkan dulu deh mitos-mitos tentang membaca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Misalnya membaca &lt;i style=""&gt;itu sulit, tidak boleh&lt;/i&gt; menggunakan jari ketikan membaca, atau membaca harus perlahan-lahan deh pikiran kayak gitu. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Gantikan dengan gagasan-gagasan baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Misalnya membaca itu mudah, dan boleh menggunakan jari sebagai petunjuk. Dengan positive thinking seperti ini, kita akan percaa diri untuk membaca cepat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Siapkan diri dengan menyesuaikan kondisi fisik dan mental.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Cari deh tempat yang tenang untuk membaca. Terus putar musik agar syaraf kita menjadi rileks sekaligus siap untuk mulai membaca. Kemudian pilihlah posisi duduk yang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Melihat sekilas bahan bacaan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Periksalah daftar isi, judul bab, huruf yang dicetak miring atau tebal, grafik maupun gambar dan semua yang tampak menonjol. Hal ini akan membantu meningkatkan pemahaman dan memperkuat ingatan.&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah membaca dan usahakan untuk memahami apa yang dibaca. Caranya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Ciptaka  minat dan libatkan seluruh indra. Dengan minat yang tinggi terhadap apa yang kita baca, ditambah dengan konsentrasi penuh, akan membuat anda mudah dan cepat memahami bahan bacaan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Membaca secara aktif. Ketika membaca kita harus mendapatkan jawaban minimal atas pertanyaan 5W + 1H (&lt;i style=""&gt;what,where,when.wh,why, dan how&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;Bacalah gagasannya bukan kata-katanya. Gagasan tertuang dalam keseluruhan kalimat, karena itu nggak perlu mengeja kata per kata. Lebarkan jangkauan pandangan mata selebar halaman buku atau kolom koran dan majalah yang sedang dibaca dan tangkap isinya dalam sekali lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;Buat peta pikiran dengan membuat catatan singkat atas bahan yang udah dibaca.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Kalau perlu, gunakan jari sebagai penunjuk.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Cara ini akan membantu mempercepat gerakan mata. Juga gunakan jari untuk membaik halaman dengan cepat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;Berlatih setiap hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;Setiap keterampilan memerlukan latihan. Luangkanlah waktu 10 menit setiap hari untuk membaca dengan menggunakan teknik-teknik di atas. Yakin dh, bakalan gampang memahami apa yang kita baca secara cepat.&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selamat mencoba.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-7208861749776002968?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/7208861749776002968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/teknik-membaca-cepat_21.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/7208861749776002968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/7208861749776002968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/teknik-membaca-cepat_21.html' title='Teknik Membaca Cepat'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-6036301394996483182</id><published>2009-04-21T13:04:00.004+07:00</published><updated>2009-05-01T14:49:35.971+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Memperingati Hari Buku Sedunia, di Kota Medan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sehubungan dengan World Books and Copyright Day (hari buku dan hak cipta sedunia) yang jatuh pada 23 April, lima lembaga di kota medan mengadakan kegiatan, diantaranya Forum Baca – Tulis (FBT) Sumatera Utara, Pusat Studi HAM Unimed, Fakuktas Syariah IAIN Sumut, Majelis Alumni Fakuktas Syariah (MAFASA) dan Penerbit Rajawali melaksanakan kegaiatan “Gebyar Hari Buku Sedunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung didua tempat yaitu, Fakultas Syariah di IAIN Sumut dan Unimed &lt;div class="fullpost"&gt; dengan berbagai kegiatan mulai dari bedah buku, temu penulis, seminar, pelatihan jurnalistik dan bazar buku murah.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Di Fakuktas Syariah IAIN Sumut kegiatan akan berlangsung selama 3 hari, yaitu dimulai tanggal 22 hingga 24 April 2009. kegiatan yang dilakukan pada tanggal 22 direncanakan akan melakukan bedah buku oleh Dr.H.Amiur Nuruddin MA. Sedangkan pada tanggal 23  dilaksanakan temu penulis dan penerbit dengan para dosen, mahasiswa dan masyarakat untuk gemar menulis. Tidak hanya itu, juga dihadirkan untuk menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan masalah penerbitan. Sedangkan pada tanggal 24 akan dilaksanakan pelatihan jurnalistik dengan tema “Menulis di Surat Kabar Gampang.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sementara untuk kegiatan yang dilakukan di Unimed direncanakan pada tanggal 27 April 2009 pada kegiatan seminar buku dengan mengambil tema “Rakyat Tidak Bodoh; Mambangun Masyarakat Sumatera Utara.” Kegiatan ini diharapakan adanya upaya untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat untuk bias menghindari pembajakan (piracy), karena bagaimanapun hal ini tergantung sejauh mana masyarakat memiliki kualitas baca tulis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Selain itu, budaya literasi juga diharapakan muncul dikalangan kampus di Sumatera Utara. Karena saat ini, geliat perbukuan di Sumatera Utara kurang dari yang diharapkan. Untuk itulah diperlukan kerjasama semua pihak agar Sumut kembali dikenal sebagai ladang-ladang penulis handal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Harian Analisa 18 April 2009&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;terkutipkan oleh kyl &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-6036301394996483182?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/6036301394996483182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/memperingati-hari-buku-sedunia-di-kota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/6036301394996483182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/6036301394996483182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/memperingati-hari-buku-sedunia-di-kota.html' title='Memperingati Hari Buku Sedunia, di Kota Medan'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-2916918990358059433</id><published>2009-04-14T15:14:00.001+07:00</published><updated>2009-04-14T15:14:49.250+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hubungi Kami'/><title type='text'>Bagaimanakah Menghubungi Kami:</title><content type='html'>Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Membaca Rakyat Indonesia (LSM GeMaRI) beralamatkan Jl. H. Agussalim Lr. Damai No. 33 Kp. Blang, Kota Langsa – Nanggroe Aceh Darussalam 24412&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e-mai : lsm_gemari@yahoo.com&lt;br /&gt;Blog : www.gerakan-membaca.blogspot.com&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C.p. 081362076161 a/n Irwan Evendi, ST (Direktur Eksekutif)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-2916918990358059433?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/2916918990358059433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/bagaimanakah-menghubungi-kami.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/2916918990358059433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/2916918990358059433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/bagaimanakah-menghubungi-kami.html' title='Bagaimanakah Menghubungi Kami:'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-1939845045292031445</id><published>2009-04-14T15:09:00.003+07:00</published><updated>2009-04-17T15:48:19.353+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Donasi'/><title type='text'>Pendidikan Anak Sponsorship</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SeRFSWxd-II/AAAAAAAAABs/stl2E28mU7o/s1600-h/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 219px; height: 170px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SeRFSWxd-II/AAAAAAAAABs/stl2E28mU7o/s320/untitled.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324456841111795842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMANAGE%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C05%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/div&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;Program Pendidikan Anak Sponsorship bertujuan untuk meningkatkan Minat Baca dan Pengentasan Buta Aksara di dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur, anda tidak hanya memiliki hubungan baru dengan anak-anak didik dan keluarga serta masyarakatnya, tetapi anda juga memungkinkan dalam mengsukseskan pendidikan mereka yang lebih baik untuk kehidupan yang lebih baik kedepannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;Hanya dengan donasi sebesar Rp. 100.000,- setiap bulannya anda telah mendukung terlaksananya Pendidikan Alternatif bagi anak-anak dalam mendapatkan pendidikan yang layak dalam kawasan pedalaman Aceh Tamiang, Kota Langsa dan Aceh Timur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;Bantuan tersebut juga tidak terbatas dalam bentuk financial tetapi juga dapat berbentuk bahan bacaan anak-anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;Melalui Program Pendidikan Anak Sponsorship, diharapakan anak-anak, keluarga dan masyarakat yang dilayani akan diusahakan untuk diberdayakan secara berkesinambungan guna tercapainya pendidikan yang berkualitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;Bantuan yang diberikan akan dipublikasikan didalam blog LSM GeMaRI yaitu &lt;span lang="SV"&gt;&lt;a href="http://www.gerakan-membaca.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;www.gerakan-membaca.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; secara up to date dan transparan demi kepentingan berbagai pihak dalam melakukan peng-auditan, baik kepada donator maupun pada lembaga internal LSM GeMaRI.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;Oleh sebab itu, jadilah penyantun bagi pendidikan Anak sekarang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;Silahkan menghubungi kami di &lt;a href="mailto:lsm_gemari@yahoo.com"&gt;lsm_gemari@yahoo.com&lt;/a&gt; Atau Contact Person Kami di &lt;b style=""&gt;081362076161&lt;/b&gt; a/n Irwan Evendi, ST (Direktur eksekutif)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Dengan menjadi seorang penyantun (donator) anda telah memberikan kontribusi positif dalam melakukan penyelamatan pendidikan anak – anak, menuju masyarakat yang berkualitas.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-1939845045292031445?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/1939845045292031445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/pendidikan-anak-sponsorship.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/1939845045292031445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/1939845045292031445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/pendidikan-anak-sponsorship.html' title='Pendidikan Anak Sponsorship'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SeRFSWxd-II/AAAAAAAAABs/stl2E28mU7o/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-3112680048897951406</id><published>2009-04-14T14:55:00.010+07:00</published><updated>2009-04-25T00:39:57.883+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><title type='text'>Profil LSM GeMaRI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SfHwTxRcydI/AAAAAAAAACs/-k7eTGBqQLw/s1600-h/logo+gemari+baru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 231px; height: 135px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SfHwTxRcydI/AAAAAAAAACs/-k7eTGBqQLw/s320/logo+gemari+baru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328304056590715346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SeREZChAl1I/AAAAAAAAABk/cDhimvuvhsw/s1600-h/walah.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 356px; height: 162px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SeREZChAl1I/AAAAAAAAABk/cDhimvuvhsw/s320/walah.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324455856421508946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMANAGE%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C02%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:887299604; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1465477638 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="lucida grande" style="text-align: justify; line-height: 12pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt;"&gt;Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Membaca Rakyat Indonesia (LSM GeMaRI) adalah Organisasi Non Pemerntah yang bergerak dalam bidang Pendidikan, LSM GeMaRI memfokuskan kegiatan dalam wilayah Nanggroe Aceh Darussalam khususnya Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur. &lt;span style="" lang="SV"&gt;LSM GeMaRI telah berstatus hukum secara resmi berdasarkan Nomor: 23 tanggal 25 April 2006.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Prinsip Organisasi&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;LSM GeMaRI berdiri berdasarkan keprihatinan yang mendalam dalam dunia pendidikan dalam hal pengentasan buta aksara, meningkatkan minat baca dan pendidikan alternatif. Sebagai bentuk solidaritas sosial LSM GeMaRI menjunjung tinggi nilai-nilai kesederhanaan dan integritas tinggi dalam menjalankan aktivitas. LSM GeMaRI sangat membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, baik dengan Lembaga Donor, Perusahaan dan Pemerintahan tanpa membedakan Ras, Agama dan Golongan demi kelanjutan dunia Pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Status Organisasi&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;LSM GeMaRI (Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Membaca Rakyat Indonesia)&lt;i&gt;&lt;span style="color:red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;didirikan berdasarkan keprihatinan dalam dunia pendidikan, dalam hal Pengentasan Buta Aksara, Meningkatkan Minat baca dan Pendidikan Alternatif. Lsm GeMaRI disahkan Notaris AWALUDDIN, S.H. di Kota Langsa pada tanggal 25 April 2006 dengan No. 23,-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Visi Organisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Membudayakan masyarakat dalam hal Minat Baca untuk  mewujudkan cita – cita masyarakat Aceh yang madani”&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Misi Organisasi&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cita-cita atau target yang ingin dicapai oleh LSM GeMaRI adalah:&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"  style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menciptakan      tatanan pendidikan alternatif bagi anak-anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Meningkatkan dan membudayakan Minat      Baca bagi anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mengentaskan Program Buta Aksara bagi      anak-anak dan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mendirikan Taman Bacaan Anak pada      setiap kecamatan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Membangun      kreativitas anak-anak dalam meningkatkan dunia pendidikan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Divisi Organisasi&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Divisi Litbang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Adalah sebuah divisi yang bertugas dalam hal melakukan penelitian dan pengembangan dalam meningkatkan mutu pendidikan dalam tingkat lokal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Divisi Logistik dan Informasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Adalah sebuah divisi yang bertugas dalam hal melakukan database lembaga yang berfungsi sebagai &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;peng-koordinasiaan informasi antara lembaga-lembaga yang bergerak dalam dunia pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Divisi Humas dan Advokasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Divisi ini bertugas untuk melakukan komunikasi dengan lembaga lain yang bergerak dalam bidang Pendidikan dalam menangani persoalan-persoalan dunia pendidikan. Divisi ini juga akan memonitoring secara legal semua akses bantuan yang diberikan oleh semua pihak dalam bidang pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Divisi Perpustakaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Divisi ini bertugas untuk melakukan Program Pendidikan Alternatif, yaitu membangun Taman bacaan, Perpustakaan Desa, Pembangunan Karekter dan Membudayakan Minat Baca dalam Masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;Struktur Lembaga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Pendiri&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Irwan Evendi, ST&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                                          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Zulkarnaeny, ST&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                                         &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hidayat, SS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                                          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Muhammad Adam, S.Pd&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                              &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Indra Sakti Harahap, A.Md Pus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Direktur Eksekutif&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Irwan Evendi, ST&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Sekretaris Eksekutif&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Hidayat,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;SS&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Bendahara Eksekutif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Zuina Phonna, S.Pd&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Divisi Litbang&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Muhammad Adam, S.Pd&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Divisi Logistik dan Informasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Zulkarnaeny, ST&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Divisi Humas dan Advokasi&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Ahmad Rahmadi, ST&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Divisi Perpustakaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Indra Sakti Harahap, A.Md Pus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Koordinator&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Wilayah Aceh Tamiang&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Zainuddin, S.Pd&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Wilayah Kota Langsa&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Fadhil Ariadi, SS&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Wilayah Aceh Timur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mahzil, SS&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Informasi Lembaga&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nama Organisasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Membaca Rakyat Indonesia&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;Nama Singkat&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;LSM GeMaRI&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Direktur Eksekutif&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Irwan Evendi, ST&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sekretaris Eksekutif&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hidayat, SS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bendahara Eksekutif&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Zuina Phonna, S.Pd&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alamat Kantor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;Jl. H. Agussalim Lr. Damai No. 33 Kp. Blang 24412&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt; Kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Langsa – NAD&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Blog&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                         &lt;/span&gt;: &lt;a href="http://www.gerakan-membaca.blogspot.com/"&gt;www.gerakan-membaca.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;e-mail&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: &lt;a href="mailto:Lsm_gemari@yahoo.com"&gt;Lsm_gemari@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Status Organisasi&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)&lt;o:p style="font-style: italic;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tanggal Pendirian&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;25 April 2006&lt;o:p style="font-style: italic;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akte Notaris&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;AWALUDDIN, S.H. No. 23&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kontak Person&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;Irwan Evendi, ST&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt; &lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;081362076161&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;                                                &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;Hidayat, SS&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;081396141456&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;                                                &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;M. Adam, S.Pd&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;085361003792&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;                                              &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;Zulkarnaeny, ST&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;081361747515&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;                                                &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;Ahmad Rahmadi, ST&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;085262489001&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; line-height: 150%; text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-3112680048897951406?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/3112680048897951406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/tentang-kami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/3112680048897951406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/3112680048897951406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/04/tentang-kami.html' title='Profil LSM GeMaRI'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SfHwTxRcydI/AAAAAAAAACs/-k7eTGBqQLw/s72-c/logo+gemari+baru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-879064525582152613.post-6187776346394338657</id><published>2009-03-31T09:02:00.010+07:00</published><updated>2009-04-21T14:24:17.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan Kami'/><title type='text'>Kampanye Gerakan Membaca</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-family: times new roman;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SdGBdJ5pbKI/AAAAAAAAAA4/QxWDncI7Tm0/s1600-h/IMG_0003.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 94px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SdGBdJ5pbKI/AAAAAAAAAA4/QxWDncI7Tm0/s320/IMG_0003.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319174972775165090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Generasi muda adalah tunas-tunas bangsa yang akan memimpin negeri ini di masa yang akan datang. Demikian kita semua membutuhkan generasi-generasi yang aktif dan kreatif serta pekerja keras yang dapat diandalkan. Untuk menciptakan generasi yang demikian dibutuhkan wadah bagi mereka untuk dapat berkarya dan berkreasi sesuai dengan bidangnya masing-masing. Salah satu hal yang amat erat kaitannya dengan generasi muda sekarang ini adalah obsesi mereka terhadap teknologi informasi dan komunikasi tentang &lt;b style=""&gt;buku&lt;/b&gt; (membaca).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini harus diiringi dengan sumber daya manusia yang akan mengaplikasikannya. Oleh karena itu perlu ada wujud kongkrit untuk menciptakan generasi muda &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="font-family: lucida grande;" st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt; yang handal menangani kemajuan teknologi dan mengikuti perkembangan zaman modern, dengan menciptakan generasi yang gemar membaca sebagai bakal ilmu pengetahuan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: lucida grande;" class="fullpost"&gt;Generasi sebagai unsur utama dalam mendorong kebangkitan suatu bangsa dan mewujudkan cita-cita pergerakan bangsa menuju masyarakat yang berilmu pengetahuan. Atas dasar permikiran tersebut dan juga menindak lanjuti telah terbentuknya &lt;b style=""&gt;Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Membaca Rakyat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; (LSM GeMaRI). &lt;/b&gt;Maka disini kami melakukan suatu kampanye Membaca yang intinya dari kampanye ini nantinya adalah sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan yang tertuang dalam UUD 1945.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;} @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;   &lt;div  style="text-align: right;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Waktu dan Pelaksanaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;20 Maret s/d 25 Maret 2006 &lt;/span&gt;bertempat dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa dan Aceh Timur - Nanggroe Aceh Darussalam.  &lt;div  style="text-align: right;font-family:lucida grande;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bentuk Kegiatan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kampanye Selebaran (Pelajar dan Masyarakat Umum)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kampanye Pemasangan Spanduk (Masyarakat Umum)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kampanye Stiker (Penghuni Jalan dan Masyarakat Umum)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kampanye Poster (Masyarakat Umum)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;Tujuan yang ingin dicapai &lt;div style="text-align: left; font-weight: normal;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kampanye ini menumbuhkan minat baca bagi kalangan generasi muda untuk dapat terjun dalam dunia membaca&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peran membaca bertujuan memberikan ilmu pengetahuan secara terus menerus kepada masyarakat dalam pengentasan buta akasara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyaringan aspirasi dalam mendirikan taman bacaan &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CCARELI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/879064525582152613-6187776346394338657?l=gerakan-membaca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/feeds/6187776346394338657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/03/kampanye-gerakan-membaca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/6187776346394338657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/879064525582152613/posts/default/6187776346394338657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gerakan-membaca.blogspot.com/2009/03/kampanye-gerakan-membaca.html' title='Kampanye Gerakan Membaca'/><author><name>Gerakan Membaca Rakyat Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02016684505060208051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SlsUWhFLVuI/AAAAAAAAAD8/GgJENqA_wEY/S220/logo+gemari+baru.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_llS3jwXsuBc/SdGBdJ5pbKI/AAAAAAAAAA4/QxWDncI7Tm0/s72-c/IMG_0003.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
